Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kalahkan Bos Inter hingga Milan, Keluarga Hartono Jadi Pemilik Klub Terkaya di Liga Italia

Kompas.com, 12 Maret 2026, 08:46 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

KOMPAS.com - Laporan terbaru dari majalah bisnis terkemuka, Forbes, menempatkan Keluarga Hartono dari Grup Djarum di posisi puncak daftar pemilik klub paling kaya di semenanjung Italia.

Lewat suntikan modal yang masif, mereka berhasil membawa nama Como 1907 tak hanya disegani secara performa di kompetisi Liga Italia 2025-2026.

Namun juga memiliki kekuatan finansial yang membuat para taipan sepak bola Eropa lainnya tercengang.

Sejak resmi diakuisisi pada tahun 2019, aliran dana segar terus mengucur deras untuk skuad Como 1907.

Di bawah komando Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, klub berjuluk I Lariani ini secara konsisten merangkak naik dari divisi amatir hingga sukses kembali menapaki kasta tertinggi Serie A setelah 21 tahun tenggelam.

Baca juga: Berjaya Bersama Como, Fabregas Bikin Petinggi Real Madrid Terpukau

Perjalanan fenomenal Como dimulai dengan promosi dari Serie D ke Serie C pada akhir musim 2018-2019, disusul keberhasilan merebut tiket ke Serie B pada 2020-2021. 

Puncaknya, pada musim 2023-2024 mereka sukses menembus Serie A dan finis di urutan ke-10 pada musim pertamanya.

Kini, daya ledak I Biancoblu semakin tak terbendung dengan bertengger di posisi keempat klasemen sementara, yang merupakan zona kompetisi Liga Champions.

Kesuksesan ini tidak lepas dari keberanian manajemen dalam berbelanja pemain.

Merujuk pada data Transfermarkt, sejak musim 2022-2023, Grup Djarum telah menggelontorkan dana hampir mencapai seperempat miliar euro, atau nyaris menyentuh angka Rp 5 triliun, khusus untuk mendatangkan amunisi baru ke Stadion Giuseppe Sinigaglia.

Kekayaan Tak Tertandingi Bos Inter Milan dan AC Milan

Angka investasi fantastis tersebut menjadi sangat masuk akal jika menengok total kekayaan duo konglomerat Indonesia tersebut.

Baca juga: Inter Milan Buntu Lawan Como dan AC Milan, Chivu Beri Penjelasan

Forbes mencatat bahwa kombinasi harta kekayaan Hartono Bersaudara mencapai angka 40 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 676 triliun.

Jean Butez (kanan) berselebrasi dengan Marc-Oliver Kempf di akhir pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Juventus vs Como di Stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026. (Foto oleh Isabella BONOTTO / AFP)AFP/ISABELLA BONOTTO Jean Butez (kanan) berselebrasi dengan Marc-Oliver Kempf di akhir pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Juventus vs Como di Stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026. (Foto oleh Isabella BONOTTO / AFP)

Catatan ini menempatkan Grup Djarum di urutan ke-130 orang terkaya di dunia, sekaligus membuat para pemilik klub elite Italia lainnya terlihat sangat kecil secara finansial.

Pesaing terdekat mereka hanyalah Dan Friedkin, pemilik AS Roma, yang tercatat memiliki kekayaan 11,4 miliar dolar AS.

Lalu, bagaimana jika disandingkan dengan pemilik klub-klub raksasa seperti Juventus, Inter Milan, dan AC Milan?

Halaman:


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau