Penulis
KOMPAS.com - Skor mencolok terjadi pada laga Barcelona vs Newcastle pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 yang berakhir dengan skor 7-2.
Laga Barcelona vs Newcastle berlangsung di Stadion Camp Nou, Kamis (19/3/2026) dini hari WIB.
Pesta gol Blaugrana dicetak oleh brace Raphinha (6', 72') dan Robert Lewandowksi (56', 71'), serta masing-masing satu gol oleh Marc Bernal (18'), Lamine Yamal (45+7' pen), dan Fermin Lopez (51').
Sementara itu, Newcastle hanya mampu membalas dua gol melalui dwigol Anthony Elanga (15', 28').
Baca juga: Hasil Barcelona Vs Newcastle United 7-2, Amukan Blaugrana di Camp Nou
Seusai laga, pelatih Newcastle Eddie Howe mengeluhkan performa anak asuhnya pada laga tersebut meski sempat membuka asa lewat dua gol Elanga.
Namun, buruknya antisipasi para pemain The Magpies terhadap situasi bola mati membuat gawang mereka mampu tiga kali dibobol oleh Marc Bernal (18'), Lamine Yamal (45+7'), Robert ewandowski (56').
Eddie Howe memberikan penilaian terhadap permainan Newcastle yang terbilang buruk pada laga ini, salah satunya adalah rapuhnya pertahanan tim besutannya
"Pertahanan kami hari ini tidak sebaik beberapa hari lalu saat melawan Chelsea," ujarnya dikutip dari Sky Sports.
Terlepas dari dua gol penting pada babak pertama, Howe juga merasa kesalahan individu membuat mereka mudah kebobolan.
Baca juga: Hasil HT Barcelona Vs Newcastle United 3-2, Pesta 5 Gol dalam 45 Menit
Pelatih Eddie Howe (kiri) mengubah cara bermain Newcastle United dalam satu tahun pertama sejak ia ditunjuk. Di foto ini, Howe dan para pemain Newcastle memberi tepuk tangan kepada suporter seusai kemenangan kontra Aston Villa di St James' Park pada 29 Oktober 2022. Terkini, Newcastle United akan bertamu ke markas Southampton pada leg pertama semifinal Piala Liga Inggris 2022-2023."Meskipun kami bermain bagus di babak pertama dan saya pikir kami luar biasa dalam banyak aspek terlalu banyak kesalahan individu," sambung Howe.
Alasan ketiga yang membuat Newcastle kalah telak di Camp Nou adalah mudahnya gawang mereka dibobol dari bola mati.
"Kedua situasi bola mati itu tidak bisa dimaafkan karena Anda tahu betapa bagusnya mereka dalam aspek permainan lainnya."
Baca juga: Robert Lewandowski Lewati Rekor Lionel Messi di Liga Champions
Eddie Howe merasa Newcastle sebenarnya memiliki peluang besar untuk meraih hasil positif saat mampu menyamakan kedudukan.
Namun, hasil akhir memberi kesimpulan jika kesalahan yang terjadi dari kubu Howe justru menjadi bumerang bagi mereka terutama di babak kedua.
"Saat jeda babak pertama, seharusnya kami unggul 2-2 dengan perasaan yang baik dan segalanya mungkin terjadi," ujar Howe.
Baca juga: Kata Raphinha Usai Jadi MVP Kala Hancurkan Newcastle United
"Seperti yang terjadi sekarang, kita memasuki situasi ini dengan perasaan negatif. Apakah ini kesalahan yang jelas dan nyata?"
Usai tersingkir dari Liga Champions, Eddie Howe menegaskan fokusnya kini adalah meraih hasil positif melawan Sunderland di Liga Inggris akhir pekan nanti.
"Ini tentang memastikan kita siap secara mental dan fisik untuk pertandingan besar bagi kita dan seluruh kota. Ini adalah pertandingan yang bagus untuk langsung kita hadapi karena tidak ada waktu untuk memikirkan hal lain," tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang