Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alasan John Herdman Panggil Jordi Amat sebagai Gelandang untuk FIFA Series 2026

Kompas.com, 19 Maret 2026, 15:51 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

Sumber BolaSport

KOMPAS.com - Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, membuat kejutan dalam pemanggilan pemain untuk seleksi besar-besaran menjelang akhir Maret ini.

Salah satu sorotan utama tertuju pada bek senior Persija Jakarta, Jordi Amat, yang kali ini diproyeksikan untuk mengisi peran baru di lini tengah Skuad Garuda.

Keputusan ini menjadi bagian dari strategi eksperimental yang diusung oleh John Herdman.

Jordi Amat masuk dalam daftar 41 pemain yang dipanggil untuk memperebutkan 23 slot final dalam skuad yang akan berlaga di ajang FIFA Series 2026.

Turnamen yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ini menjadi panggung perdana bagi Herdman sejak ditunjuk menahkodai Indonesia pada Januari lalu.

Baca juga: Bulgaria Antusias Tatap FIFA Series 2026 di Jakarta

Perubahan peran Jordi Amat dari bek tengah menjadi gelandang sebenarnya bukan hal baru bagi pemain berusia 33 tahun tersebut.

Di level klub, tepatnya di bawah asuhan Mauricio Souza di Persija, mantan pemain Swansea City ini kerap dipercaya menjaga kedalaman lini tengah selama kompetisi Super League 2025-2026.

Kemampuan distribusi bola dan visi bermain Jordi di sektor tengah rupanya menarik perhatian John Herdman.

Transformasi ini diharapkan mampu memberikan dimensi baru dalam skema permainan Timnas Indonesia.

Jordi sendiri mengaku telah menjalin komunikasi intens dengan sang pelatih mengenai peran barunya tersebut.

"Saya sudah berbicara dengan pelatih juga. Dia juga suka bagaimana saya bermain di tengah. Jadi kita lihat apa yang dia inginkan," ungkap Jordi Amat saat ditemui di Jakarta International Stadium (JIS).

Harapan untuk "Gerbong" Persija Jakarta

Baca juga: Timnas Bulgaria Rilis 27 Pemain Untuk FIFA Series 2026, Bawa Bintang Leeds United

Selain masalah posisi, Jordi juga menyoroti banyaknya pemain Macan Kemayoran yang dipanggil ke tim nasional.

Pemain timnas Indonesia Egy Maulana Vikri, Beckham Putra dan Jordi Amat selebrasi usai menjebol gawang Taiwan saat laga FIFA Matchday yang berakhir dengan skor 6-0  berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU Pemain timnas Indonesia Egy Maulana Vikri, Beckham Putra dan Jordi Amat selebrasi usai menjebol gawang Taiwan saat laga FIFA Matchday yang berakhir dengan skor 6-0 berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Jumat (5/9/2025) malam.

Selain dirinya, terdapat nama-nama seperti Rizky Ridho, Witan Sulaeman, hingga pemain naturalisasi Mauro Zijlstra.

Ia berharap rekan-rekan setimnya bisa membuktikan kualitas agar terpilih dalam penyaringan 23 pemain final.

"Saya selalu bilang ini adalah kehormatan besar mendapatkan panggilan dari tim nasional. Juga rekan-rekan saya. Ini momen yang sangat membanggakan untuk Persija juga. Kami membawa banyak pemain ke tim nasional," ujar pemain yang telah mengantongi 19 caps tersebut.

Halaman:


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau