Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rasa Frustrasi John Terry Usai Chelsea Dihajar PSG di Liga Champions

Kompas.com, 20 Maret 2026, 03:07 WIB
Henrikus Ezra Rahardi,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kritik keras dilontarkan John Terry usai Chelsea tersingkir dari Paris Saint-Germain di babak 16 besar Liga Champions.

Chelsea dibekuk oleh Paris Saint-Germain 0-3 dalam leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Stamford Bridge pada hari Rabu, 18 Maret 2026 dini hari WIB.

Tiga gol PSG dicetak oleh Khvicha Kvaratskhelia pada menit keenam, Bradley Barcola di menit ke-14, dan Senny Mayulu (62') yang kemudian membuat Chelsea harus kalah agregat 2-8.

Kekalahan memalukan Chelsea ini kemudian direspons oleh mantan kaptennya, John Terry yang mengungkap seharusnya tim tidak kalah dengan agregat sebesar itu.

"Sayangnya, ini sudah berakhir. Tahukah Anda apa yang membuat saya kesal? Tertinggal 3-2 saat bertandang ke PSG dan kami sebenarnya bermain sangat baik sepanjang pertandingan, atau selama 70 menit," ujarnya.

Baca juga: Hasil Chelsea Vs PSG 0-3: Sang Juara Bertahan Lolos ke Perempat Final UCL

Gareth Southgate (merah) berduel dengan John Terry (biru) dalam pertandingan Liga Inggris antara Middlesbrough vs Chelsea di Stadion Riverside, di Middlesbrough 11 Februari 2006. FOTO AFP Martyn Harrison (Foto oleh MARTYN HARRISON / AFP)AFP/MARTYN HARRISON Gareth Southgate (merah) berduel dengan John Terry (biru) dalam pertandingan Liga Inggris antara Middlesbrough vs Chelsea di Stadion Riverside, di Middlesbrough 11 Februari 2006. FOTO AFP Martyn Harrison (Foto oleh MARTYN HARRISON / AFP)

Rasa Optimis Terry Berubah Jadi Frustrasi

"Saya akan menerima hasil 3-2 itu dan kembali ke Stamford Bridge, saya yakin kami mampu membalikkan keadaan melawan tim mana pun, lalu kami kebobolan gol di menit-menit akhir yang membuat segalanya menjadi sangat sulit," imbuh Terry.

Lebih lanjut, John Terry mengaku frustrasi melihat penampilan Chelsea, mengingat kekalahan 2-8 dari PSG tidak dapat diterima.

"Kemudian pada hari Selasa (Rabu dini hari WIB) kami kebobolan setelah enam menit, jadi  saya bahkan tidak bisa membicarakannya," ujar Terry.

"Saya bahkan tidak bisa menjelaskan detailnya. Saya sangat frustrasi. Tetapi melawan tim mana pun, Anda tidak bisa kalah 8-2 dalam dua leg. Maaf, itu tidak bisa. Saya tidak peduli siapa Anda, tim apa Anda, Anda tidak bisa kalah 8-2, jadi sangat frustrasi," imbuh Terry.

Di sisi lain, selepas kekalahan agregat 2-8 dari PSG di Liga Champions, pelatih Chelsea, Liam Rosenior meminta pemainnya untuk memperbaiki penampilan dan bisa menang melawan Everton di Liga Inggris.

Baca juga: Liam Rosenior Kecewa Berat Usai Susunan Pemain Chelsea Vs PSG Bocor ke Publik

Dampak Buruk Kekalahan dari PSG Menurut Liam Rosenior

Pasalnya, Rosenior berujar bahwa kekalahan dari PSG bisa berdampak buruk pada performa Chelsea di sisa musim 2026-2027.

"Ya, memang harus begitu. Itu tugas saya. Cara saya melakukannya adalah cara kami selalu melakukannya. Kita harus tangguh," ujar Rosenior.

"Kita harus memastikan kita pergi ke Everton dengan organisasi yang baik, dengan kesegaran dan intensitas dalam tim kita karena kita ingin berada di kompetisi ini musim depan."

"Jika kita tampil seperti yang saya tahu kita mampu, kita bisa sampai di sana tanpa kesalahan individu yang kita lakukan saat ini," imbuh Rosenior.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau