Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Moh Samsul Arifin
Broadcaster Journalist

Sejak 2006 berkecimpung di dunia broadcast journalism, dari Liputan6 SCTV, ANTV dan Beritasatu TV. Terakhir menjadi produser eksekutif untuk program Indepth, NewsBuzz, Green Talk dan Fakta Data

Cerita Pilu Klub Inggris di Eropa, FA Tak Mau Tahu!

Kompas.com, 20 Maret 2026, 05:48 WIB

Artikel ini adalah kolom, seluruh isi dan opini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan cerminan sikap redaksi.

Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

PANGGUNG Liga Champions Eropa (UCL) musim 2025/2026, menyisakan kisah tentang pilu dan kebahagiaan setelah menyelesaikan delapan laga di leg kedua.

Pertama, petualangan FK Bodo/Glimt yang menyengat di akhir babak liga serta play-off berakhir muram. Klub dari lingkaran Arktik asal Norwegia itu terhenti di babak 16 besar.

Tampil perkasa di leg pertama dengan surplus tiga gol, Bodo/Glimt harus mengakui kekuatan Sporting CP di Lisbon, Portugal lewat perpanjangan waktu.

Sporting unggul dua bola di extra time sehingga menang 5-0 serta menghimpun agregat 5-3. Bodo/Glimt menjadi satu di antara pemenang leg pertama yang terkena comeback.

Galatasaray sempat menang 1-0 atas The Reds di leg pertama, tapi digunduli Mohamed Salah dkk 4-0 di stadion Anfield sehingga tersingkir.

Kedua, klub-klub yang melakoni leg pertama di kandang, mayoritas digdaya dan lolos ke perempat final Liga Champions.

Paris Saint-Germain, Real Madrid serta Atletico Madrid tak tertahan meski harus berkunjung ke Stamford Bridge, stadion Etihad serta stadion Tottenham Hotspur.

Kebetulan PSG, Madrid serta Atletico menang dengan selisih tiga gol atas Chelsea, Manchester City dan Spurs di leg pertama. Dan jangan kaget, tiga klub ini harus melalui play-off dulu untuk main di 16 besar Liga Champions.

Di leg kedua, PSG kembali menggasak Chelsea 3-0 sehingga memberi rekor buruk kepada klub yang diarsiteki pelatih rada 'ingusan', Liam Rosenior itu.

PSG menang dua kali dengan agregat 8-2. Luis Enrique membayar lunas dendam PSG di final Piala Dunia Antarklub, Juli 2025 lalu.

Real Madrid menunjukkan jati dirinya sebagai Raja Eropa. Diasuh pelatih karbitan, Alvaro Arbeloa, Madrid mengempaskan City dalam dua leg dengan agregat 5-1.

Pep Guardiola tertunduk. Musim ini DNA juara Guardiola tak berguna ketika berhadapan dengan Madrid. Ini bukan kebetulan, sebab musim ini Bernardo Silva dkk masih angin-anginan.

Cerita Spurs juga sama dengan Chelsea dan City. Dibekuk Atletico 2-5 di leg pertama, Spurs mencoba membayarnya di kandang.

Spurs telah mati-matian menggempur tim yang diracik Diego Simeone, tapi Spurs cuma unggul 3-2 di leg kedua.

Pelatih Spurs, Igor Tudor harus menyesali keputusannya menurunkan kiper Antonin Kinsky yang bikin dua blunder horor di leg pertama. Cerita Spurs di panggung Liga Champions pun tutup buku.

Ketiga, klub paling konsisten di babak liga, yakni Arsenal dan Bayern Munchen, menikmati periode 'enak main bola'. Munchen paling stabil dengan menenggelamkan satu wakil Italia tersisa, Atalanta, dengan agregat 10-2.

Jika klub yang ditangani Vincent Kompany ini, menang mudah, Arsenal mesti mengerahkan segala kemampuan untuk merobohkan Bayer Leverkusen.

Ditahan 1-1 di leg pertama, Meriam London memastikan lolos setelah menang 2-0 di stadion Emirates, London.

Halaman:


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau