KOMPAS.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Ivan Kolev, memberikan komentarnya menjelang partisipasi Bulgaria dalam FIFA Series 2026 yang akan digelar di Jakarta.
Ivan Kolev menjadi penghubung antara Indonesia dan Bulgaria. Ivan Kolev yang berasal dari Bulgaria pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia pada periode 2002-2004 dan 2007.
Selain itu, Kolev juga memiliki pengalaman membesut beberapa klub lokal di Liga Indonesia.
Menariknya, Aleksandar Dimitrov, pelatih Timnas Bulgaria saat ini, pernah menjadi asisten Ivan Kolev ketika membesut Timnas Indonesia.
Setelah lama absen dari sepak bola Indonesia, kini Kolev melatih klub Liga kedua Bulgaria, FC Chernomorets Burgas.
Baca juga: Erick Thohir Minta Dukungan Penuh untuk Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Dalam wawancara dengan media Bulgaria DSport.bg, Kolev membahas pengalamannya di sepak bola Indonesia.
Ia juga memberikan pandangan soal peluang Bulgaria di FIFA Series 2026 yang akan berlangsung pekan depan di Jakarta, persisnya pada 27 dan 30 Maret 2026.
FIFA Series 2026 di Jakarta akan melibatkan Timnas Indonesia, Saint Kitts and Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon.
Kolev optimis Timnas Bulgaria akan mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat Indonesia.
"Saya yakin tim nasional akan disambut dengan baik, dengan penuh hormat, karena mereka adalah orang-orang seperti itu," ujar Kolev dikutip dari Dsport.dg.
"Tim akan merasa nyaman," tambahnya.
Baca juga: Alasan John Herdman Panggil Jordi Amat sebagai Gelandang untuk FIFA Series 2026
"Saya mengikuti kejuaraan ini karena saya terhubung dengan banyak tim di sana dan saya tertarik," kata Ivan Kolev.
Ketika membahas perjalanannya melatih Timnas Indonesia, Kolev mengungkapkan bahwa sulit membandingkan kondisi Timnas sekarang dengan masa jabatannya dulu.
FIFA telah resmi mengumumkan pembagian tuan rumah dan grup FIFA Series 2026 pada Senin (19/1/2026). Timnas Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dan satu grup dengan Bulgaria, Kep. Solomon, dan St. Kitts and Nevis.Salah satu poin yang disorot adalah kebijakan naturalisasi pemain asing yang menurutnya sekarang jauh lebih banyak dibandingkan saat ia melatih.
"Perbandingan dengan masa saya dulu sulit dilakukan," jelas Kolev.