Penulis
KOMPAS.com - Timnas Mauritania akan melakoni ujian berat kala menghadapi juara bertahan Piala Dunia, Timnas Argentina di FIFA Matchday Maret 2026.
Pertandingan Timnas Argentina vs Timnas Mauritania akan berlangsung di Stadion Albero Jose Armando (La Bambonera), Buenos Aires, Sabtu (28/3/2026) pagi WIB.
Pertandingan ini selayaknya duel David melawan Goliat karena perbedaan peringkat keduanya yang terlampau jauh.
Mauritania yang saat ini berada di peringkat ke-115 dunia akan menantang Argentina yang menempati peringkat ke-2 dunia.
Baca juga: Nicolas Otamendi Putuskan Pensiun dari Timnas Argentina Usai Piala Dunia 2026
Meski begitu, laga tersebut akan menjadi sebuah kehormatan besar bagi tim asal Afrika Utara tersebut yang ditunjuk sebagai lawan pengganti Albiceleste usai Finalissima 2026 batal digelar.
Timnas Mauritania juga bukan merupakan tim yang diperhitungkan di benua Afrika selayaknya Nigeria, Kamerun, maupun Mesir.
Bahkan, mereka juga memiliki kenangan buruk saat melawan Timnas Indonesia di masa lalu.
Timnas Mauritania pernah menjadi lawan bagi Timnas Indonesia di Turnamen Al Nakbah edisi kedua pada 2012 silam di Palestina.
Pada saat itu, Timnas Indonesia yang tengah berada di bawah masalah dualisme, mengirimkan skuad yang didominasi para pemain dari klub Indonesian Premier League (IPL).
Turnamen tersebut bersifat tak resmi, meski skuad Garuda berupaya keras meraih hasil terbaik di ajang ini.
Skuad Garuda yang berada di bawah asuhan Nil Maizar secara mengejutkan mampu lolos hingga ke semifinal.
Baca juga: Termasuk Lionel Messi, Timnas Argentina Umumkan Skuad Untuk FIFA Matchday Maret 2026
Timnas Mauritania berada di Grup B bersama dengan Timnas Indonesia dan Irak Kurdistan.
Timnas Indonesia dalam perjuangan di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia saat menghadapi Arab Saudi, Kamis (9/10/2025) di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.Timnas Indonesia secara mengejutkan mampu meraih kemenangan 2-0 atas Muritania melalui aksi Hendra Bayauw dan gol bunuh diri Yacoub Fall.
Meski berada di bawah tekanan sepanjang laga, pasukan Nil Maizar berhasil mempertahankan kemenangan dan menjadi modal positif di turnamen ini.
Pada laga berikutnya, Irfan Bachdim dkk bermain imbang 1-1 melawan Irak Kurdistan dan memastikan diri lolos ke babak semifinal.