Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menonton Barcelona Selalu Berhasil Buat Pep Guardiola Merasa Gembira

Kompas.com, 25 Maret 2026, 20:09 WIB
Thomas Wardana

Penulis

KOMPAS.com - Pep Guardiola merasa Barcelona masih menjadi bagian dari dirinya meski sudah 14 tahun berlalu saat dirinya keluar dari Camp Nou.

Setelah berhasil membawa Barcelona menjadi salah satu tim paling disegani di Eropa, Pep Guardiola memutuskan untuk mencari tantangan baru.

Pelatih asal Catalunya itu memilih Bayern Muenchen sebagai pelabuhan selanjutnya meski kebersamaannya hanya berlangsung selama 3 musim.

Setelahnya, Guardiola menerima pinangan dari Manchester City pada 2016 dan bertahan di Etihad hingga saat ini.

Baca juga: Deco Cari Cara Datangkan Alessandro Bastoni ke Barcelona

Meski telah banyak menghadapi lawan yang berbeda, Pep Guardiola mengaku jika Barcelona menjadi salah satu tim yang selalu membuatnya terhibur.

"Setiap kali saya bisa menonton Barcelona, saya melakukannya dengan penuh minat, karena saya merasa mereka sangat menghibur," jelasnya dalam wawancara bersama Catalunya Radio.

Sepak Bola adalah Bersenang-senang

Pelatih Manchester City itu juga turut mengenang  Johan Cruyff pada peringatan sepuluh tahun kematiannya dan mengambil kesempatan untuk berbicara tentang tim Blaugrana.

Baginya, sepak bola, di atas segalanya, dan harus memberikan kesenangan kepada mereka yang menontonnya, sama seperti bentuk hiburan lainnya.

"Ini seperti pergi ke bioskop, teater, atau makan malam di luar: dalam setiap kasus, tujuannya adalah untuk bersenang-senang," tambahnya.

Baca juga: Ferran Torres Jadi Korban Ambisi Barcelona Permanenkan Rashford

Guardiola merasa jika Barcelona di bawah asuhan Hansi Flick mampu mewujudkan gagasan tersebut.

"Ini adalah Barça yang membuat Anda menikmati diri sendiri, dan ketika Anda duduk di depan televisi, Anda sudah tahu bahwa Anda akan bersenang-senang menonton tim.

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, bereaksi keras kepada ofisial keempat saat Man City mengalahkan Newcastle United dalam laga Piala FA di Stadion St James? Park pada Sabtu (7/3/2026) atau Minggu dini hari WIB.AFP/PAUL CURRIE Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, bereaksi keras kepada ofisial keempat saat Man City mengalahkan Newcastle United dalam laga Piala FA di Stadion St James? Park pada Sabtu (7/3/2026) atau Minggu dini hari WIB.

Sebut Barcelona Tim Terbaik Eropa

Komentar Guardiola tentu beralasan mengingat Barcelona pada musim ini kembali ke jalur terbaiknya di bawah arahan Hansi Flick.

Terlebih, Blaugrana saat ini berada di puncak klasemen La Liga dengan keunggulan empat poin atas Real Madrid. 

Guardiola juga sempat memberikan pujian usai membawa Manchester City meraih gelar juara Piala Liga setelah mengalahkan Arsenal 2-0 di final.

Baca juga: Guardiola Pecahkan Rekor Alex Ferguson Usai Bawa Man City Juara Piala Liga Inggris

Dalam sesi jumpa pers pasca pertandingan, Guardiola sempat menyebutkan tiga tim yang menurutnya saat ini merupakan tim terbaik di Eropa.

Guardiola langsung menyebut Barcelona, Bayern Muenchen, dan Arsenal sebagai tim yang berhasil membuatnya takjub.

"Kami merayakan dengan gembira dan puas karena, bersama Bayern Muenchen dan mungkin juga Barcelona, Arsenal adalah tim terbaik di Eropa," jelasnya.

Baca juga: Tak Ada Real Madrid, Guardiola Sebut Tiga Tim Terbaik Eropa Saat Ini

Menariknya, ia tidak menyebut Real Madrid yang berhasil mengalahkan Manchester City di babak 16 besar Liga Champions sebanyak dua kali dengan agregat 1-5.

Selain itu, ia juga tak melirik PSG sebagai juara bertahan Liga Champions yang sukses menghajar Chelsea dengan agregat 8-2.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau