Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dokter Jelaskan Manfaat Jalan Kaki untuk Kesehatan Mental, Bantu Redakan Stres

Kompas.com, 23 Desember 2025, 07:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com - Jalan kaki tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan mental.

Aktivitas sederhana ini terbukti membantu meredakan stres, memperbaiki suasana hati, hingga mengurangi rasa galau yang kerap muncul akibat tekanan pekerjaan dan rutinitas harian.

Manfaat tersebut bukan sekadar perasaan subjektif.

Menurut dr. Iwan Wahyu Utomo, AIFO.K, ahli ilmu faal olahraga klinis sekaligus dokter tim PERSIS Solo, jalan kaki memicu pelepasan hormon endorfin di dalam tubuh yang berperan penting dalam menurunkan stres dan meningkatkan rasa nyaman.

Dengan kata lain, meluangkan waktu untuk berjalan kaki secara rutin bisa menjadi cara paling mudah dan aman untuk menjaga kesehatan mental, terutama bagi orang yang jarang berolahraga atau sedang mengalami tekanan emosional.

Baca juga: Jalan Kaki untuk Pemula Tidak Bisa Sembarangan, Ini Penjelasan Dokter

Jalan kaki memicu hormon yang memperbaiki suasana hati

Iwan menjelaskan bahwa saat seseorang melakukan aktivitas fisik, termasuk jalan kaki, tubuh akan melepaskan hormon endorfin.

Hormon ini berfungsi sebagai “pereda alami” yang membantu memperbaiki suasana hati dan menurunkan tingkat stres.

“Kalau kita melakukan aktivitas fisik seperti jalan kaki, tubuh akan melepaskan hormon endorfin. Hormon ini membuat suasana hati lebih baik, stres menurun, bahkan perasaan galau bisa berkurang,” kata Iwan saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (19/12/2025).

Karena itu, jalan kaki tidak hanya bermanfaat untuk mencegah penyakit fisik seperti diabetes atau gangguan jantung, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan emosi.

Bagi banyak orang, jalan kaki menjadi momen untuk menenangkan pikiran setelah seharian beraktivitas.

Baca juga: Mitos Jalan Kaki 10.000 Langkah Terbantahkan, Dokter Sarankan 5.000 Langkah Sehari

Lebih efektif jika dilakukan rutin dan tanpa terputus

Agar manfaatnya terasa optimal, Iwan menyarankan jalan kaki dilakukan secara dinamis dan tanpa banyak berhenti.

Secara ideal, jalan kaki dilakukan selama 30 menit per hari dengan kecepatan stabil.

Jika waktu terbatas, durasi tersebut bisa dibagi menjadi dua sesi, misalnya 15 menit pagi dan 15 menit sore.

Bagi pemula, jalan kaki bisa dimulai dari 10 menit terlebih dahulu, lalu ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai durasi ideal.

“Yang penting gerakannya stabil dan dinamis. Tidak jalan, berhenti, lalu jalan lagi terus-menerus,” ujarnya.

Pola ini tidak hanya membantu pembakaran kalori, tetapi juga memberi efek relaksasi yang lebih baik bagi pikiran.

Baca juga: Jalan Kaki Cepat atau Lebih Jauh, Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Dokter

Jalan kaki di luar atau di dalam ruangan?

Menurut Iwan, jalan kaki di luar ruangan cenderung memberi efek mental yang lebih baik.

Udara yang lebih baik, paparan sinar matahari pagi, serta pemandangan sekitar dapat membantu tubuh dan pikiran terasa lebih rileks.

Selain itu, sinar matahari pagi membantu pembentukan vitamin D yang juga berperan dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Namun, jalan kaki di luar juga memiliki risiko, seperti permukaan jalan yang tidak rata atau lalu lintas yang padat.

Sementara itu, jalan kaki di dalam ruangan menggunakan treadmill dinilai lebih aman dan nyaman karena kecepatan serta intensitasnya bisa dikontrol.

Kekurangannya, sebagian orang merasa cepat bosan.

Karena itu, Iwan menyarankan kombinasi keduanya agar manfaat fisik dan mental tetap optimal.

Baca juga: Berapa Langkah Jalan Kaki yang Ideal untuk Dewasa? Dokter Ungkap Faktanya

Kapan jalan kaki perlu dihentikan?

Meski tergolong aman, Iwan mengingatkan agar jalan kaki tetap memperhatikan kondisi tubuh.

Jika muncul keluhan seperti nyeri dada, pusing berputar, sesak napas berlebihan, atau nyeri sendi yang semakin berat, aktivitas sebaiknya dihentikan sementara.

“Selama tidak ada keluhan seperti nyeri dada, pusing, atau sesak napas yang berat, jalan kaki aman dilakukan. Rasa lelah itu wajar, tapi tidak sampai membuat tubuh terasa drop,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang tepat dan dilakukan secara rutin, jalan kaki bisa menjadi solusi sederhana untuk menjaga kesehatan mental sekaligus fisik, tanpa perlu alat khusus atau biaya besar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau