Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

AS Kerahkan Pesawat Bomber B-52 ke Iran, Bisa Bawa 900 Kg Bom

Kompas.com, 4 Maret 2026, 12:39 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

TEHERAN, KOMPAS.com - Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) mengaku telah mengerahkan pesawat pengebom B-52 dalam perang melawan Iran.

Pesawat B-52 bahkan telah menyerang lebih dari 1.700 target di seluruh Iran dalam 72 jam pertamanya, dikutip dari Alarabiya.

Jumlah total target meningkat dari 1.200 yang dipublikasikan pada Senin (2/3/2026), yang merinci 48 jam pertama operasinya.

Dalam perkembangan terbaru, lembar fakta tersebut juga mengungkapkan bahwa pesawat pengebom B-52 digunakan selama serangan.

Baca juga: Iran Temukan Kelemahan Negara Teluk, Bukan Pakai Rudal Serangnya

Pada Senin, Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mengatakan, Centcom akan menerima pasukan tambahan di kemudian hari. 

Tidak jelas kapan tepatnya pesawat pengebom B-52 tersebut digunakan.

Namun, pengerahan pesawat ini dilakukan setelah Inggris menyetujui penggunaan pangkalan militer Diego Garcia di Samudra Hindia dan RAF Fairford di Gloucester.

Pangkalan udara tersebut akan memungkinkan AS untuk memaksimalkan penggunaan pesawat pengebom berat B-52 Stratofortress.

Baca juga: China Bantah Jual Rudal Supersonik yang Bisa Tenggelamkan Kapal Induk ke Iran

Bisa angkut 900 kg bom

Dikutip dari The National News, pesawat itu disebut mampu membawa hingga 30 bom GBU-31 JDAM (Joint Direct Attack Munitions) seberat 900 kilogram.

Sebagai perbandingan, jet tempur bomber AS paling menonjol di Timur Tengah, F-15 hanya dapat membawa antara enam hingga sembilan GBU-31.

Bahkan, sejumlah pakar menyebut B-52 sebagai pesawat pengebom terhebat karena memiliki daya angkut besar.

Sementara, pangkalan Fairford merupakan pusat utama Angkatan Udara AS di Eropa dengan persediaan bom, bahan bakar, dan suku cadang yang signifikan. 

Apalagi, pangkalan itu memiliki landasan pacu yang sangat panjang yaitu 3,2 km yang memungkinkan pesawat bomber lepas landas dengan bobot penuh. 

Bahkan terdapat tempat perlindungan khusus yang diperkuat untuk pesawat siluman B-2 Spirit yang juga dapat berdampak signifikan pada operasi.

Baca juga: Israel Serang Lebanon Besar-besaran, Desak Kosongkan 16 Kota-Desa

Susul pesawat siluman B-2 AS

Amerika Serikat menggempur fasilitas nuklir Iran menggunakan B-2 Spirit, pesawat tempur siluman termahal di dunia.U.S. Air Force/Staff Sgt. Jordan Castelan Amerika Serikat menggempur fasilitas nuklir Iran menggunakan B-2 Spirit, pesawat tempur siluman termahal di dunia.

Halaman:


Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau