Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tebar Ancaman Lagi, Trump Sebut Kuba Bisa Bernasib Sama dengan Iran

Kompas.com, 7 Maret 2026, 06:24 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan menargetkan Kuba setelah Iran.

Ia bahkan memperkirakan, negara yang dikelola komunis tersebut akan lumpuh akibat blokade energi AS dan akan segera jatuh.

"Mereka sangat ingin mencapai kesepakatan," kata Trump kepada CNN dalam sebuah wawancara telepon, dikutip dari AFP.

Klaim kesepakatan itu muncul sehari setelah Trump mengisyaratkan akan beralih ke proyek yang tidak spesifik untuk Kuba setelah perang melawan Iran.

"Saat ini kami benar-benar fokus pada hal ini. Kami punya banyak waktu, tetapi Kuba sudah siap setelah 50 tahun," tambahnya.

Baca juga: Trump Ungkap Satu-satunya Syarat Akhiri Perang Iran

Menurutnya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan menjadi orang kepercayaannya untuk urusan Kuba.

Baik Trump maupun Rubio, tidak merahasiakan keinginan mereka untuk melakukan perubahan rezim di Havana setelah menggulingkan musuh bebuyutan Washington lainnya di Karibia, Nicolas Maduro.

Koordinator Departemen Luar Negeri AS untuk urusan Kuba, Rob Allison baru-baru ini bertemu di Havana dengan perwakilan senior Gereja Katolik. 

Kedutaan besar tersebut mengunggah foto Rob Allison dan kuasa usaha AS di Kuba, Mike Hammer sedang bertemu dengan Kardinal Juan de la Claridad dan Uskup Arturo Gonzalez, presiden konferensi uskup nasional.

Keempatnya membahas bantuan kemanusiaan yang dikirim oleh Washington ke Kuba dan perlunya perubahan untuk memperbaiki situasi.

Baca juga: Trump Pecat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem, Janjikan Jabatan Lain

Tidak ada kapal tanker minyak sejak Januari

Trump telah berulang kali mengatakan bahwa ia percaya rezim Kuba sudah siap untuk runtuh.

Ia memberlakukan blokade energi terhadap negara Karibia tersebut, sebagai salah satu upaya untuk meruntuhkan Kuba.

Kuba belum menerima pengiriman minyak sejak 9 Januari, memaksa maskapai penerbangan untuk mengurangi atau menangguhkan penerbangan ke Kuba dan memperdalam krisis ekonomi yang telah berlangsung lama.

Havana menuduh Trump berupaya mencekik perekonomian Kuba.

Baca juga: Trump Cawe-cawe Pilih Pemimpin Tertinggi Iran, Tak Tunjuk Reza Pahlavi atau Mojtaba

Kuba yang berada di bawah embargo perdagangan AS sejak 1962, selama bertahun-tahun telah terperangkap dalam krisis parah yang ditandai dengan pemadaman listrik berkepanjangan, serta kekurangan bahan bakar, obat-obatan, dan makanan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Mengapa Israel Menolak Disalahkan Atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon?
Internasional
Irak Mendadak 'Lupa Perang' Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Irak Mendadak "Lupa Perang" Usai Lolos Piala Dunia, Ukir Sejarah 40 Tahun
Internasional
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Tunggu Serangan Darat AS, Menlu Iran: Mereka Tak Akan Berani
Internasional
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Houthi Tembakkan Rudal ke Israel, Klaim Serangan Gabungan dengan Iran-Hizbullah
Internasional
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Paus Leo XIV Desak Trump Cari Jalan Keluar Perang di Iran
Internasional
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Spesifikasi USS George HW Bush yang Dikirim AS ke Timur Tengah
Internasional
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal 'Nyangkut' di Ruang Mesin
Iran Tembaki Kapal Tanker Qatar, 1 Rudal "Nyangkut" di Ruang Mesin
Internasional
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Trump Ngamuk Perancis Blokir Pesawat AS ke Israel: Kami Akan Mengingatnya
Internasional
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Iran Akui Jalin Kontak dengan AS, tapi Bantah Ada Negosiasi
Internasional
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
China Mulai Terdampak Perang Iran, Bisa Picu Risiko Besar
Internasional
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Berbalik Arah, Uni Emirat Arab Siap Ikut AS Lawan Iran demi Buka Selat Hormuz
Internasional
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Warga AS Ikut Tanggung Dampak Perang, Marah Harga BBM yang Meroket
Internasional
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Trump Akan Tinggalkan Perang Iran meski Tanpa Kesepakatan, Abaikan Masalah Selat Hormuz
Internasional
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Dewan Sains Trump Diisi Para Miliarder Rp 15.000 Triliun, Mengapa Ilmuwan Akademik Tersingkir?
Internasional
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Mengapa Selat Hormuz Sulit Direbut dari Iran?
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau