Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 10 Mei 2024, 10:26 WIB
Wisnubrata

Editor

Sumber Best Life

KOMPAS.com - Kebanyakan kesalahan manikur adalah kuku terpotong terlalu pendek atau kutikula kasar, hal-hal yang bersifat sementara. Namun menumpahkan cat kuku pada pakaian favorit dapat meninggalkan bekas permanen. 

“Tindakan terbaik yang dapat kamu lakukan saat melihat noda cat kuku pada pakaian adalah tetap tenang,” kata Patric Richardson dari The Laundry Evangelist.

Menurut Richardson, rasa panik bisa menyebabkan kita menyebarkan noda atau menggosok kain terlalu agresif. “Ambil napas dalam-dalam, lalu mulailah bekerja,” katanya. 

Setelah kamu bisa rileks dari kepanikan awal akibat tumpahan cat kuku, kamu akan menyadari bahwa noda cat kuku dapat dihilangkan dalam beberapa langkah sederhana, menggunakan barang-barang yang mungkin sudah kamu miliki di rumah.

Sebelum mulai membersihkan noda, kamu harus selalu menguji teknik pembersihan dan produk pada jahitan bagian dalam untuk memastikan tidak merusak kain. “Kain halus biasanya tahan terhadap penghilang noda, tetapi sulit digosok, jadi lakukan dengan lembut,” kata Richardson.

Baca juga: Tips Bersihkan Kuteks Tanpa Pakai Aseton

Bahan yang diperlukan

Sebagian besar penghilangan cat kuku tidak memerlukan peralatan khusus, tetapi kamu harus mempunyai beberapa peralatan penting agar prosesnya berjalan lebih lancar. “Alat terbaik mungkin adalah yang sudah kamu miliki—sabun cuci, kapas, dan penghapus cat kuku,” kata Richardson.

  • Selembar kertas (untuk mengangkat sisa cat)
  • Penyeka kapas
  • Sabun berminyak
  • Penghapus cat kuku
  • Handuk

Cara membersihkan noda cat kuku

Setelah kamu mengumpulkan bahan-bahan dan mengujinya pada sebagian kecil kain, kamu dapat memulai proses menghilangkan noda dari pakaian.

1. Hapus kelebihan cat

Jika kamu menghadapi tumpahan basah, mulailah dengan menghilangkan sisa cat kuku yang belum meresap. "Jangan menggosok cat basah karena justru akan mendorongnya lebih dalam ke dalam kain, sehingga lebih sulit dihilangkan," kata Richardson. 

"Gunakan sesuatu yang tumpul, seperti kartu nama atau bahkan selembar kertas terlipat, untuk mengangkat sebanyak mungkin cat dari kain secara perlahan —kamu akan melihat sebagian besar cat akan terkelupas."

2. Gunakan sabun dan air

Untuk mengatasi sisa noda, rendam kapas dengan sabun berminyak dan usapkan pada noda dari tepi luar ke arah tengah. Gantilah kapas tersebut dengan yang bersih karena dapat menyerap warna cat kuku, jika tidak, kamu berisiko memperburuk noda. 

“Warna dari cat kuku akan luntur ke dalam larutan pembersih, jadi jika kamu menggunakannya terlalu banyak, noda bisa menyebar, sehingga semakin banyak yang harus dihilangkan,” kata Richardson.

3. Bilas hingga bersih

"Setelah larutan pembersih bekerja pada noda, bilas hingga bersih dengan mengalirkan sedikit air hangat langsung ke noda dari keran," kata Richardson.

Baca juga: Cara Membersihkan Kuteks Tanpa Pembersih Khusus

Gunakan penghapus cat kuku untuk noda membandel

Jika noda membandel masih tersisa setelah dibersihkan dengan sabun dan air, inilah waktunya untuk melakukan tindakan yang lebih keras menggunakan penghapus cat kuku.

1. Periksa kain untuk asetat

Sebelum menggunakan teknik ini, Richardson mengatakan untuk mengujinya pada sepotong kecil kain. "Dalam kasus yang jarang terjadi, kain mengandung asetat—aseton akan melarutkan serat tersebut," katanya. "Asetat jarang terdapat pada kain modern namun masih muncul sesekali, dan pernah sangat populer, artinya beberapa kain vintage pasti memilikinya."

2. Hilangkan noda

Setelah yakin pakaianmu tidak mengandung asetat, letakkan handuk bekas di bagian bawah noda dan gunakan kapas untuk mengoleskan penghapus cat kuku. Handuk akan menyerap warna cat kuku dan menghentikan penyebaran noda saat penghapus menyentuhnya. 

“Oleskan noda dengan penghapus cat kuku hingga hilang, lalu bersihkan noda tersebut dengan sabun dan air,” kata Richardson. "Ganti handuk dan kapasnya jika terlalu penuh warna." Bilas dengan air hangat dari keran.

Cara menghilangkan noda cat yang sudah kering

Jika kamu tidak menyadari cat kuku tumpah pada pakaian hingga cat kuku mengering, belum terlambat untuk menyelamatkan kain tersebut. 

“Kita sering kali bisa menghilangkan cat kuku kering dengan penghapus cat kuku lalu menghilangkan residunya dengan sabun dan air,” kata Richardson. "Kamu mungkin harus mengulangi langkah penghilangan beberapa kali dan pastikan uji kainnya terlebih dahulu."

Pakar laundry memperingatkan agar tidak memasukkan pakaian yang terkena noda cat kuku kering ke dalam pengering sampai nodanya benar-benar hilang, karena akan membuat noda lebih sulit dihilangkan.

Baca juga: Berapa Lama Cat Kuku Bisa Mengering Sempurna?

 
 
 
Sieh dir diesen Beitrag auf Instagram an
 
 
 

Ein Beitrag geteilt von KOMPAS Lifestyle (@kompas.lifestyle)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau