Penulis
KOMPAS.com - Maria Branyas Morera dikenal sebagai perempuan tertua di dunia di usianya yang menginjak 117 tahun. Meskipun Morera sudah meninggal tahun lalu, ilmuwan masih meneliti rahasia di balik umur panjangnya.
"(Morera) menang undian genetik," kata Ketua Departemen Genetika di University of Barcelona School of Medicine dan penulis senior dalam penelitian ini, Manuel Esteller, dilansir dari The Washington Post, Sabtu (4/10/2025).
Baca juga:
Dalam studi yang terbit di Cell Reports Medicine, ada beberapa alasan mengapa Morera bisa hidup lebih dari satu abad. Bahkan, kondisinya pun terbilang sehat karena umur biologisnya 23 tahun lebih muda dibanding umur kronologisnya.
Adapun umur biologi atau biological age mengukur seberapa tua atau muda tubuh seseorang, berdasarkan bagaimana ia berfungsi.
Lantas, apa saja rahasia di balik umur panjang Morera? Simak selengkapnya.
Studi mengungkap kunci umur panjang Maria Branyas Morera, perempuan tertua di dunia yang usianya 117 tahun. Apa saja?Morera disebut memiliki varian genetik langka yang berkaitan dengan umur panjang, seperti gen yang membantu memperbaiki DNA, mengontrol peradangan, dan mencegah kerusakan sel.
Perempuan yang lahir tahun 1907 ini juga tidak memiliki gen berisiko tinggi terhadap penyakit berat seperti kanker, Alzheimer, atau diabetes.
Namun, gen bukan satu-satunya alasan. Sistem imun Maria disebut cukup efisien. Ia memiliki jumlah besar sel T memori, yang bisa mengingat infeksi lama dan melawan penyakit dengan efektif. Bahkan, Morera menjadi orang tertua di Spanyol yang sembuh dari Covid-19.
Uniknya, sistem imunnya tidak berlebihan. Ia terhindar dari autoimun, kondisi ketika tubuh menyerang dirinya sendiri. Ia juga punya risiko kanker darah. Namun, kesehatan Morera tetap stabil hingga akhir hayatnya.
Baca juga:
Studi mengungkap kunci umur panjang Maria Branyas Morera, perempuan tertua di dunia yang usianya 117 tahun. Apa saja?Maria sangat disiplin dengan pola makan Mediterania. Ia mengonsumsi tiga yogurt setiap hari, serta makan ikan, buah, dan minyak zaitun.
“Mungkin kamu tidak perlu makan tiga yogurt sehari, tapi satu saja cukup, ditambah aktivitas fisik dan interaksi sosial,” kata Esteller
Perempuan yang tinggal di Catalonia, Spanyol, ini juga aktif berjalan kaki dan berkebun hingga usia lanjut.
Maria pun gemar bersosialisasi dan tetap berinteraksi dengan teman-temannya di panti wreda. Hal tersebut memperkuat kesehatan mentalnya.