Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Asal Bersikap, Pola Asuh Orangtua Pengaruhi Hubungan Kakak Adik

Kompas.com, 19 Januari 2026, 20:05 WIB
Nabilla Ramadhian,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Konsultasi Tanya Pakar Parenting

Uraikan lika-liku Anda mengasuh anak jadi lebih simpel

Kenali soal gaya asuh lebih apik lewat konsultasi Kompas.com

KOMPAS.com - Hubungan antara kakak dan adik sering kali dianggap sebagai dinamika yang akan berjalan dengan sendirinya.

Pertengkaran, kecemburuan, hingga kedekatan emosional, dipandang sebagai bagian wajar dari proses tumbuh bersama.

Namun, di balik interaksi sehari-hari tersebut, ada peran besar orangtua yang membentuk bagaimana relasi kakak-adik berkembang dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

Baca juga: Kakak Adik Sering Bertengkar? Begini Cara Orangtua Menghadapinya Menurut Psikolog

"Hubungan horizontal ini adalah manifestasi dari bagaimana orangtua memperlakukan kita dan saudara kita," tutur Wenny Aidia, M.Psi., Psikolog, dalam kelas daring KALM Counseling bertajuk "Dysfunctional Family: Ketika Keluarga Bukan Tempat Aman dan Nyaman", Minggu (18/1/2026).

Dalam suatu keluarga, ada yang namanya hubungan vertikal dan horizontal. Hubungan vertikal mengacu pada hubungan antara anak dan orangtua, sedangkan hubungan horizontal adalah hubungan antara saudara kandung.

Relasi horizontal ini tidak terlepas dari pola asuh yang diterapkan orangtua sejak awal, terutama dalam menempatkan peran, tanggung jawab, dan ekspektasi kepada masing-masing anak.

Relasi yang dipengaruhi oleh pola asuh ayah dan ibu

Ilustrasi kakak adik.Google Gemini AI Ilustrasi kakak adik.

Psikolog yang berpraktik di KALM Counseling ini melanjutkan, relasi kakak-adik terbentuk melalui interaksi sehari-hari, mulai dari bermain bersama, berbagi ruang, hingga menghadapi konflik kecil.

Namun, pola interaksi tersebut tidak muncul secara acak. Cara orangtua mengasuh dan merespons situasi antaranak menjadi dasar pembentukan relasi tersebut.

Ia menjelaskan, perlakuan ayah dan ibu terhadap masing-masing anak akan memengaruhi bagaimana kakak dan adik memandang satu sama lain, termasuk soal peran, hak, dan batasan dalam hubungan.

Ketika peran kakak dan adik ditetapkan sejak dini

Dalam banyak keluarga, peran kakak dan adik sering kali ditetapkan secara tidak tertulis.

Sebagai seorang "kakak", anak diharapkan lebih dewasa, lebih sabar, dan sering kali diminta mengalah. Sementara sebagai seorang "adik", anak kerap diposisikan sebagai pihak yang perlu dilindungi atau diutamakan.

Wenny mencontohkan situasi sederhana yang kerap terjadi di rumah, seperti saat kakak dan adik berebut mainan. Respons orangtua dalam kondisi ini dapat meninggalkan makna mendalam bagi kedua anak.

“Misalnya saya sebagai kakak punya adik, terus lagi berantem, berebut mainan, terus orang tua bilang, 'kakak ngalah dong',” ujar Wenny.

Ilustrasi kakak adik.Google Gemini AI Ilustrasi kakak adik.

Dari situasi tersebut, anak dapat menangkap pesan tertentu. Kakak bisa menanamkan keyakinan bahwa dirinya harus selalu mengalah, sedangkan adik bisa merasa bahwa kebutuhannya lebih diutamakan.

Baca juga: Tips Parenting untuk Mencegah Persaingan Kakak Adik sejak Dini

Halaman:


Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau