Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 7 Februari 2026, 07:05 WIB
Ria Apriani Kusumastuti,
Lusia Kus Anna

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Banyak pasangan yang merasa baru siap menikah di usia 30-an agar secara finansial dan emosional lebih matang. Tetapi, bagi pihak perempuan terkadang muncul kekhawatiran akan kesuburan.

Dibandingkan dengan usia 20-an, saat sudah berusia di atas 30 kualitas sel telur perempuan memang lebih menurun. Walau begitu, dokter menegaskan bahwa usia bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan kehamilan.

Pendekatan yang tenang, realistis, dan terencana justru dinilai lebih penting bagi kesehatan reproduksi.

Baca juga: Menunda Menikah hingga di Atas 30 Tahun, Dokter Ingatkan Risiko Kehamilan Setelah Usia 35

Usia bukan satu-satunya penentu kesuburan

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Hermina Grand Wisata, Anandia Yuska, SpOG, menyebut banyak perempuan usia 30 tahun ke atas masih memiliki peluang hamil yang baik.

Menurutnya, penurunan kesuburan memang terjadi secara biologis, tetapi dampaknya tidak selalu sama pada setiap orang.

“Tidak semua perempuan di atas usia 30 tahun akan sulit hamil. Banyak yang tetap hamil secara alami dan sehat,” kata dr.Anandia saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (6/2/2026).

Ia menilai kekhawatiran berlebihan justru bisa menimbulkan stres, yang berdampak kurang baik bagi kesiapan tubuh menghadapi kehamilan.

Baca juga: 3 Cara Mencegah Preeklamsia sejak Awal Kehamilan, Jaga Berat Badan

Tantangan medis ada, tapi bisa dikelola

Ilustrasi hamil. Dokter kandungan menjelaskan mengapa usia 30-an bukan alasan panik soal kehamilan, asalkan persiapan dilakukan dengan tepat.SHUTTERSTOCK/ANTONIO GUILLEM Ilustrasi hamil. Dokter kandungan menjelaskan mengapa usia 30-an bukan alasan panik soal kehamilan, asalkan persiapan dilakukan dengan tepat.

Kehamilan di usia 30-an, terutama setelah 35 tahun, memang memiliki risiko medis yang lebih tinggi dibandingkan usia lebih muda.

Risiko tersebut dapat berupa tekanan darah tinggi saat hamil, diabetes gestasional, hingga preeklamsia. Namun ia menekankan bahwa risiko bukan berarti kepastian.

“Dengan kontrol kehamilan yang rutin dan persiapan yang baik, banyak kehamilan di usia 30-an tetap berjalan normal,” ujarnya.

Pendekatan medis yang tepat memungkinkan dokter mendeteksi risiko lebih awal dan melakukan pencegahan.

Baca juga: Sakit Gigi Bisa Berdampak pada Kehamilan, Jangan Anggap Sepele

Mengapa perencanaan lebih penting daripada terburu-buru

Dalam praktiknya, dr.Anandia lebih sering menemui pasangan yang datang terlambat berkonsultasi karena terlalu fokus pada usia.

Padahal, menurutnya, yang lebih penting adalah kesiapan tubuh dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Ia menyarankan pasangan tidak menunggu sampai mengalami kesulitan hamil untuk berkonsultasi.

Halaman:


Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau