KOMPAS.com - Banyak pasangan yang merasa baru siap menikah di usia 30-an agar secara finansial dan emosional lebih matang. Tetapi, bagi pihak perempuan terkadang muncul kekhawatiran akan kesuburan.
Dibandingkan dengan usia 20-an, saat sudah berusia di atas 30 kualitas sel telur perempuan memang lebih menurun. Walau begitu, dokter menegaskan bahwa usia bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan kehamilan.
Pendekatan yang tenang, realistis, dan terencana justru dinilai lebih penting bagi kesehatan reproduksi.
Baca juga: Menunda Menikah hingga di Atas 30 Tahun, Dokter Ingatkan Risiko Kehamilan Setelah Usia 35
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Hermina Grand Wisata, Anandia Yuska, SpOG, menyebut banyak perempuan usia 30 tahun ke atas masih memiliki peluang hamil yang baik.
Menurutnya, penurunan kesuburan memang terjadi secara biologis, tetapi dampaknya tidak selalu sama pada setiap orang.
“Tidak semua perempuan di atas usia 30 tahun akan sulit hamil. Banyak yang tetap hamil secara alami dan sehat,” kata dr.Anandia saat diwawancarai Kompas.com, Jumat (6/2/2026).
Ia menilai kekhawatiran berlebihan justru bisa menimbulkan stres, yang berdampak kurang baik bagi kesiapan tubuh menghadapi kehamilan.
Baca juga: 3 Cara Mencegah Preeklamsia sejak Awal Kehamilan, Jaga Berat Badan
Ilustrasi hamil. Dokter kandungan menjelaskan mengapa usia 30-an bukan alasan panik soal kehamilan, asalkan persiapan dilakukan dengan tepat.Kehamilan di usia 30-an, terutama setelah 35 tahun, memang memiliki risiko medis yang lebih tinggi dibandingkan usia lebih muda.
Risiko tersebut dapat berupa tekanan darah tinggi saat hamil, diabetes gestasional, hingga preeklamsia. Namun ia menekankan bahwa risiko bukan berarti kepastian.
“Dengan kontrol kehamilan yang rutin dan persiapan yang baik, banyak kehamilan di usia 30-an tetap berjalan normal,” ujarnya.
Pendekatan medis yang tepat memungkinkan dokter mendeteksi risiko lebih awal dan melakukan pencegahan.
Baca juga: Sakit Gigi Bisa Berdampak pada Kehamilan, Jangan Anggap Sepele
Dalam praktiknya, dr.Anandia lebih sering menemui pasangan yang datang terlambat berkonsultasi karena terlalu fokus pada usia.
Padahal, menurutnya, yang lebih penting adalah kesiapan tubuh dan kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Ia menyarankan pasangan tidak menunggu sampai mengalami kesulitan hamil untuk berkonsultasi.