Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Skincare 2026, dari Slow Aging hingga Produk Multifungsi

Kompas.com, 26 Februari 2026, 07:05 WIB
Aliyah Shifa Rifai,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Tren skincare terus berkembang seiring perubahan kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Memasuki 2026, pendekatan perawatan kulit kini cenderung lebih sederhana, tetapi tetap efektif.

Jika sebelumnya rutinitas skincare identik dengan banyak tahapan, kini tren justru mengarah pada penggunaan produk yang lebih praktis dengan manfaat yang tetap optimal.

Salah satu tren yang mulai banyak diminati adalah konsep slow aging, yakni perawatan kulit yang bertujuan memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan, seperti garis halus dan penurunan elastisitas kulit.

Baca juga: Aman atau Tidak Pakai Minyak Zaitun di Wajah? Ini Kata Dokter Kulit

Hal ini disampaikan oleh Supervisor R&D Research PT Nose Herbal Indo, Pinastya, yang mengatakan bahwa tren ini mencerminkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap perawatan kulit.

“Untuk tren skincare tahun ini, orang-orang sedang mencari yang bisa slow aging, yang melambatkan munculnya tanda-tanda penuaan,” ujarnya usai acara Nose Innovation Day di Kelapa Gading, Senin (23/2/2026).

Fokus pada Perawatan yang Lebih Sederhana

Selain itu, tren skin minimalism juga semakin populer. Konsep ini menekankan penggunaan produk yang lebih sedikit, tetapi tetap mampu memenuhi kebutuhan kulit secara menyeluruh.

Pendekatan ini muncul sebagai respons terhadap rutinitas skincare yang sebelumnya cenderung kompleks dan memakan waktu.

Baca juga: Mengencangkan Kulit Kendur Tanpa Operasi Makin Dicari

Menurut Pinastya, masyarakat kini mulai beralih ke rutinitas yang lebih praktis tanpa mengorbankan manfaat.

“Sekarang orang-orang mau yang lebih simple, jadi produknya tidak terlalu banyak, tapi sudah mencakup seluruh kebutuhan wajah,” jelasnya.

Dengan konsep ini, pengguna skincare cenderung memilih produk yang esensial dan benar-benar dibutuhkan oleh kulit, sehingga rutinitas menjadi lebih efisien.

Baca juga: Kulit Kering Vs Kulit Dehidrasi, Apa Bedanya? Ini Penjelasan Dokter

Produk Multifungsi Kian Diminati

Sejalan dengan tren tersebut, produk skincare multifungsi seperti 2 in 1 atau 3 in 1 juga semakin banyak diminati.

Produk ini menggabungkan beberapa fungsi dalam satu kemasan sehingga memudahkan penggunaan sekaligus menghemat waktu, terutama bagi masyarakat dengan aktivitas yang padat.

“Produk 2 in 1 atau 3 in 1 itu sudah banyak ditemukan karena memang orang-orang mau lebih simpel,” tutur Pinastya.

Baca juga: Dokter Bagikan Cara Cek Kulit Kering Saat Puasa, Bisa Dilakukan di Rumah

Sebagai contoh, sunscreen kini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari sinar matahari, tetapi juga dapat dipadukan dengan serum atau pelembap dalam satu produk.

“Misalnya sunscreen yang digabungkan dengan serum, atau moisturizer dengan serum. Jadi dalam satu produk itu sudah mencakup dua fungsi,” tambahnya.

Selain memberikan kemudahan, penggunaan produk multifungsi juga dinilai dapat membantu pengguna lebih konsisten dalam merawat kulit karena rutinitas yang lebih ringkas.

Baca juga: Cara Cek Skincare Aman Menurut BPOM, Terapkan Langkah Cek, Klik

Dengan tren yang mengarah pada kepraktisan dan efisiensi, industri skincare diperkirakan akan terus menghadirkan inovasi produk yang menggabungkan berbagai fungsi dalam satu kemasan.

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan skincare yang praktis dan efisien makin menjadi perhatian masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau