Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Cara Efektif Mengatasi Rambut Rontok di Usia 40-an, Jangan Ikat Rambut Terlalu Kencang

Kompas.com, 5 Maret 2026, 10:01 WIB
Devi Pattricia,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

Sumber Byrdie

KOMPAS.com – Memasuki usia 40 tahun, banyak orang mulai menyadari rambut terasa lebih tipis, mudah patah, dan rontok lebih banyak dari biasanya. Perubahan hormon, stres, hingga kebiasaan styling di masa lalu bisa menjadi pemicunya.

Meski terdengar mengkhawatirkan, para ahli menegaskan bahwa rambut rontok di usia ini dapat diatasi dengan pendekatan yang tepat. Simak tujuh cara yang bisa dilakukan.

7 Cara mengatasi rambut rontok di usia 40-an

1. Rawat kulit kepala untuk merangsang pertumbuhan

Menurut salah satu pendiri dan Chief Medical Officer Nutrafol, Sophia Kogan, kesehatan rambut berawal dari kulit kepala.

Baca juga: 12 Penyebab Rambut Rontok yang Tak Terduga, Termasuk Kelebihan Vitamin

“Kesehatan kulit kepala bergantung pada faktor internal seperti keseimbangan hormon seks dan hormon stres, serta stres oksidatif dan kesehatan usus,” jelasnya, seperti dikutip Byrdie, Rabu (4/3/2026).

Ia menambahkan, tidak terlalu sering mencuci rambut, menghindari pewarnaan dan proses kimia keras, serta rutin memijat kulit kepala dapat membantu merangsang pertumbuhan rambut. 

Pijatan ringan meningkatkan aliran darah ke folikel, sehingga mendukung fase pertumbuhan rambut.

2. Pilih pewarna rambut tanpa amonia

Bagi yang tetap ingin mewarnai rambut, penting memilih produk yang lebih ramah kulit kepala. 

Kogan menjelaskan, amonia dalam pewarna rambut memiliki pH tinggi yang dapat merusak kulit kepala dan folikel rambut.

“Saat berbicara dengan penata rambut, tanyakan tentang pewarna alami dan organik serta hindari hidrogen peroksida, amonia, ethanolamines, dan paraphenylenediamine (PPD),” sarannya.

Formula bebas amonia dinilai lebih lembut dan membantu menjaga struktur rambut tetap kuat serta berkilau setelah proses pewarnaan.

Baca juga: Perawatan Rambut Rontok di Korea Selatan Diusulkan Ditanggung Asuransi

3. Kelola stres untuk cegah kerontokan parah

Stres kronis maupun akut dapat berdampak langsung pada siklus rambut. Kogan mengungkap, ketika stres berat terjadi, tubuh mengalami perubahan hormonal dan neurokimia yang signifikan.

“Ketika stres akut besar terjadi, hal itu dapat menyebabkan pergeseran besar dalam keseimbangan hormon dan neurokimia, yang memberi sinyal pada sejumlah besar folikel rambut untuk berpindah lebih cepat dari fase pertumbuhan ke fase istirahat,” jelasnya.

Pada fase istirahat (telogen), rambut berhenti tumbuh dan bersiap rontok. Akibatnya, kerontokan bisa terlihat tiga hingga enam bulan setelah peristiwa stres terjadi. 

Mengelola stres melalui olahraga, meditasi, atau konseling dapat membantu meminimalkan dampaknya.

4. Hindari gaya rambut terlalu ketat

Penata rambut selebritas Irinel de Leon mengingatkan bahwa kebiasaan menata rambut terlalu ketat sejak usia muda bisa berdampak jangka panjang.

Halaman:


Terkini Lainnya
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
3 Bagian Tubuh Paling Kotor yang Sering Terlewat Saat Mandi, Apa Saja?
Beauty & Grooming
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Intip Foto Prewedding Justin Hubner dan Jennifer Copper, Anggun dengan Busana Adat Jawa
Fashion
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Bercanda Boleh, Ini Batas Aman Prank Saat April Fools Menurut Psikolog
Wellness
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Jangan Asal Ikut Tren, Operasi Plastik Harus Perhatikan Harmoni Wajah
Beauty & Grooming
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Kenapa Orang Suka Membuat Prank Saat April Fools? Ini Penjelasan Psikolog
Wellness
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Hubungan Rawan Konflik, 2 Shio Ini Tidak Cocok dengan Shio Babi
Relationship
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
120 Ucapan Ulang Tahun Islami untuk Perempuan, Penuh Doa dan Menyentuh Hati
Wellness
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
7 Rahasia Tampil Trendi untuk Perempuan Usia 60 Tahun
Fashion
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Anak Tantrum saat Gadget Diambil? Ini Cara Mengatasinya Menurut Psikolog
Wellness
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Kematian Ibu Melahirkan Tinggi di Jember, 10 Meninggal di Awal 2026
Wellness
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Tradisi April Fools di Berbagai Negara, dari Tempel Ikan hingga Kirim Misi Palsu
Wellness
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Apa Itu April Fools? Tradisi Iseng 1 April yang Punya Sejarah dan Cerita Unik
Wellness
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
4 Tips Memilih Kalung Sesuai Bentuk Leher Busana agar Elegan
Fashion
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Kebanyakan Produk Perawatan Berprotein Bisa Merusak Rambut
Beauty & Grooming
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Shio Monyet Paling Cocok dengan 3 Shio Ini, Siapa Saja?
Relationship
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau