KOMPAS.com - Kesepian bukan sekadar perasaan sesaat, tetapi kondisi emosional yang bisa berdampak serius pada kesehatan mental. Perasaan kesepian juga bisa muncul meski seseorang berada di antara orang banyak.
Survei American Psychiatric Association bahkan menyebut sekitar 30 persen orang dewasa merasa kesepian setidaknya sekali dalam seminggu.
Kesepian dapat memengaruhi cara berpikir hingga perilaku seseorang. Jika tidak disadari, kondisi ini bisa meningkatkan risiko depresi hingga menurunnya kualitas hidup.
Adapun sejumlah perilaku yang bisa menjadi tanda seseorang sedang mengalami kesepian.
Baca juga: Ketagihan Nonton Serial TV Bisa Jadi Tanda Orang Kesepian
Salah satu tanda paling umum dari kesepian adalah perubahan cara berpikir menjadi lebih negatif. Orang yang kesepian sering kali terjebak dalam pola pikir pesimis dan meragukan diri sendiri.
“Kesepian memengaruhi pola pikir kita dan membuat seseorang lebih fokus pada hal-hal negatif atau merasa ada kekurangan dalam hidupnya karena tidak memproses pengalaman bersama orang lain,” kata psikolog Dr. Amelia Kelley, dikutip Parade, Kamis (26/3/2026).
Selain itu, mereka juga cenderung mengkritik diri sendiri secara berlebihan. Perasaan tidak cukup baik atau tidak disukai orang lain bisa semakin memperburuk rasa kesepian yang dialami.
Baca juga: Mengapa Banyak Orang Merasa Kesepian di Era Digital? Psikiater Ungkap Penyebabnya
Menariknya, kesepian juga bisa membuat seseorang menjadi lebih kritis terhadap orang lain.
Menurut psikolog Dr. Golee Abrishami, hal ini sering kali muncul sebagai bentuk ketidaknyamanan dalam interaksi sosial.
“Ketika seseorang merasa tidak nyaman dengan orang lain, mereka cenderung menjadi lebih mudah menghakimi atau bersikap kritis,” ucap dia.
Perilaku ini bisa terlihat dari kebiasaan berbicara negatif tentang orang lain, bahkan terhadap orang terdekat. Tanpa disadari, sikap ini justru dapat menjauhkan mereka dari hubungan sosial yang sehat.
Baca juga: Takut Masa Depan Suram, Banyak Orang Kini Ragu Punya Anak
Kumpulan 100 kata-kata untuk sahabat tersayang yang tulus dan penuh makna. Cocok untuk caption, chat, atau ungkapan terima kasih pada sahabat.
Orang yang kesepian cenderung mencari pelarian melalui layar, baik itu media sosial, film, maupun game. Aktivitas ini memberikan rasa nyaman sementara karena memicu hormon dopamin.
“Orang yang kesepian mungkin mencari interaksi sosial secara tidak langsung melalui tontonan atau komunitas online,” tutur Kelley.
Meski tidak selalu buruk, terlalu bergantung pada dunia digital bisa membuat seseorang semakin menjauh dari interaksi sosial di dunia nyata.
Baca juga: Fenomena Kesepian di Era Modern, Dekat di Layar, Jauh di Hati
Kesepian juga sering ditandai dengan kecenderungan menutup diri. Orang yang kesepian biasanya enggan menunjukkan perasaan atau pikiran terdalam mereka.