MEDAN, KOMPAS.com – PT Pelni Cabang Medan memprediksi lebih dari tiga ribu penumpang akan bertolak dari Provinsi Sumatera Utara menuju Batam, Kepulauan Riau, pada momen arus balik Lebaran 2026. Lonjakan penumpang ini diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir pekan ini.
Kepala Operasi PT Pelni Cabang Medan, Suharto, menjelaskan bahwa volume penumpang dari Pelabuhan Belawan mengalami kenaikan signifikan sebesar 11 hingga 14 persen dibandingkan tahun lalu. Jika dibandingkan hari biasa, kenaikan ini mencapai 100 persen.
“Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 29 Maret dan 1 April. Penumpang yang berangkat dari Belawan diprediksi di atas 3.500 orang,” ujar Suharto saat dihubungi, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Jadwal KM Kelud Jakarta-Medan Oktober 2025, Berapa Harga Tiket Termurah?
Suharto menuturkan, mayoritas penumpang KM Kelud pada masa arus balik ini adalah pemudik asal Batam yang kembali setelah menghabiskan masa libur di Medan. Terdapat penyesuaian jadwal keberangkatan KM Kelud yang biasanya rutin setiap Selasa menjadi tidak tetap selama periode ini.
Untuk minggu ini, KM Kelud dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Belawan dan akan berangkat kembali menuju Batam pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
“Sekitar 80 persen penumpang dari Belawan menuju Batam. Kapal saat ini dalam perjalanan dari Tanjung Priok menuju Batam, sebelum tiba di Belawan hari Minggu nanti,” jelas Suharto.
Guna meringankan beban masyarakat, PT Pelni memberikan diskon tiket sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi. Harga tiket yang biasanya di atas Rp 300.000 kini menjadi Rp 219.000, sementara untuk kelas VIP tetap berlaku harga normal.
Pihak Pelni mengimbau para calon penumpang untuk menyiapkan tiket dan KTP masing-masing saat berada di area ruang tunggu Pelabuhan Belawan. Hal ini bertujuan untuk mengurai kepadatan dan mempercepat proses masuk ke dalam kapal.
Terkait faktor keamanan selama pelayaran, PT Pelni Cabang Medan telah menjalin koordinasi ketat dengan pihak TNI AL dan Polri.
“Kami bekerja sama dengan TNI AL dan Polri untuk memperketat keamanan di dalam kapal agar hal buruk tidak terjadi kepada penumpang,” pungkas Suharto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang