MEDAN, KOMPAS.com – Nasib tragis dialami Swita Sidebang (30), seorang warga di Kota Medan. Ia menjadi korban penyerangan brutal oleh tetangganya sendiri, Jefri Fernandus Sitindaon (41), hingga mengalami luka parah di bagian wajah dan lengan.
Kapolsek Medan Helvetia, Kompol Nelson Sipahutar, mengonfirmasi bahwa insiden berdarah tersebut terjadi di Jalan Asrama By Pass, Kecamatan Helvetia, Kota Medan, pada Kamis (1\9/3/2026) sore.
Saat kejadian, korban sedang berkunjung ke rumah abangnya dan tengah menyapu area teras rumah. Pelaku yang berprofesi sebagai tukang ojek saat itu baru saja keluar untuk mengeluarkan sepeda motornya.
"Korban kebetulan sedang berkunjung ke rumah abangnya. Pelaku keluar dari rumahnya yang berada di sebelah rumah keluarga korban," ujar Nelson saat memberikan keterangan di Polsek Helvetia, Sabtu (28/3/2026).
Baca juga: Terbakar Emosi Masalah Sapu, Pria di Medan Nekat Tikam Tetangga Pakai Alat Pahat
Berdasarkan hasil pemeriksaan, setelah melihat korban menyapu, pelaku masuk kembali ke dalam rumah untuk mengambil alat pahat. Tak lama kemudian, pelaku tiba-tiba menyerang korban dari arah belakang secara membabi buta.
"Tersangka langsung menikam atau menusuk korban. Ada 6 luka tusuk di bagian wajah korban, meliputi pipi, dahi, dan kening," jelas Nelson.
Korban sempat melakukan upaya perlawanan untuk melindungi diri, namun hal itu menyebabkan lengannya turut terluka. Polisi mencatat total terdapat sembilan luka tusuk di sekujur tubuh korban akibat serangan alat pahat tersebut.
Petugas kepolisian yang menerima laporan segera menuju lokasi kejadian. Korban yang bersimbah darah langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hermina untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Sementara itu, pelaku berhasil ditangkap di lokasi tanpa perlawanan berarti.
Saat ini, Jefri Fernandus Sitindaon telah ditahan di sel tahanan Polsek Helvetia guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 466 ayat 2 UU RI Nomor 1 Tahun 2023.
"Pelaku sudah ditahan untuk menjalani proses hukum yang berlaku," tutup Nelson.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang