Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bupati Bekasi Ajukan Buat Sodetan Kali CBL untuk Atasi Banjir Perumahan Subsidi

Kompas.com, 23 Januari 2026, 20:15 WIB
Nurpini Aulia Rapika,
Muhammad Isa Bustomi

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com – Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyebut pembangunan sodetan Kali CBL sebagai opsi utama untuk mengatasi banjir yang sering melanda wilayah Kabupaten Bekasi.

Pernyataan itu disampaikan Asep saat meninjau lokasi banjir di Perumahan Green Lavender Sukamekar, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Jumat (23/1/2026).

“Nanti kita akan ajukan ke pusat untuk pembenahan Kali CBL,” ujar Asep kepada awak media. di lokasi.

Baca juga: Tinjau Banjir, Plt Bupati Bekasi Soroti Drainase di Green Lavender

Asep menekankan, langkah itu harus didukung rekayasa tambahan di tingkat daerah agar air tidak kembali meluap ke pemukiman.

Menurutnya, normalisasi atau pelebaran Kali CBL belum tentu cukup jika saluran air di perumahan tidak mampu menampung debit air tinggi saat hujan deras.

“Tapi kita juga harus bikin rekayasa dan bikin pintu aliran. Kalau posisi aliran sungai kecil ke Kali CBL, di kala Kali CBL penuh, airnya enggak bisa jalan. Yang ada, air tetap di perumahan,” kata Asep.

Karena itu, Asep menilai pembangunan sodetan menjadi langkah paling mungkin untuk mengurai aliran air, terutama saat Kali CBL penuh.

“Makanya kita melihat apakah ada lokasi kosong untuk bikin sodetan ke Kali CBL, dan juga bikin kali di sini. Saya rasa itu bisa menghambat banjir,” ujarnya.

Asep menambahkan, tanpa sodetan, aliran air dari saluran kecil akan tertahan ketika Kali CBL meluap, sehingga genangan di perumahan bertahan lama.

Baca juga: Kompleks Green Lavender Sukamekar Bekasi Jadi Danau, Warga Kecewa dan Merasa Ditipu

“Sekarang jalan satu-satunya kita bikin sodetan. Kalau kita normalisasi CBL, airnya besar, curah hujannya tinggi, tetap saja akan antre,” katanya.

Banjir parah masih menggenangi Perumahan Green Lavender Sukamekar sejak Kamis (22/1/2026) malam.

Ketinggian air terus naik hingga sekitar 180–200 sentimeter pada Jumat (23/1/2026) sore.

Banjir mulai masuk sekitar pukul 19.30 WIB dan hingga kini belum surut.

Setiap hari, genangan justru semakin tinggi dan menenggelamkan rumah warga hingga atap teras dan jendela.

Pantauan Kompas.com hingga pukul 16.15 WIB, suasana perumahan tampak seperti kawasan banjir besar. Deretan rumah tenggelam dalam air keruh yang luas.

Baca juga: Perumahan Green Lavender Sukamekar Bekasi Berubah Jadi Danau, Terendam Banjir 2 Meter

Perumahan terlihat lengang karena warga mulai meninggalkan rumah satu per satu. Aktivitas warga hampir tidak terdengar, hanya air yang terus naik dan kekhawatiran banjir susulan.

Sejumlah warga meninggalkan rumah setelah mengamankan barang berharga. Mereka bergerak menuju lokasi pengungsian di pinggir Jalan Kampung Pulo Daun.

Hingga Jumat sore, banjir masih menggenangi seluruh kawasan Perumahan Green Lavender Sukamekar. Warga berharap ada penanganan serius agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kali di Ancol Berbau Limbah Mirip Kotoran Manusia, Bukti Penegakan Hukum Belum Efektif
Kali di Ancol Berbau Limbah Mirip Kotoran Manusia, Bukti Penegakan Hukum Belum Efektif
Megapolitan
Polisi Periksa Karni Ilyas Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Polisi Periksa Karni Ilyas Terkait Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Megapolitan
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Joki Antre dan Praktik Percaloan
Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Joki Antre dan Praktik Percaloan
Megapolitan
Joki Antre Jadi Jalan Pintas Warga...
Joki Antre Jadi Jalan Pintas Warga...
Megapolitan
Tumpukan Sampah di Pasar Kopro Dibersihkan, Pengangkutan Kembali Normal
Tumpukan Sampah di Pasar Kopro Dibersihkan, Pengangkutan Kembali Normal
Megapolitan
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Megapolitan
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Megapolitan
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
Megapolitan
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Megapolitan
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Megapolitan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Megapolitan
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Megapolitan
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Megapolitan
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Bupati Bekasi Ajukan Buat Sodetan Kali CBL untuk Atasi Banjir Perumahan Subsidi
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat