Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perumahan Green Lavender Sukamekar Bekasi Berubah Jadi Danau, Terendam Banjir 2 Meter

Kompas.com, 23 Januari 2026, 17:42 WIB
Nurpini Aulia Rapika,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

BEKASI, KOMPAS.com – Perumahan subsidi Green Lavender Sukamekar di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, terendam banjir parah sejak Kamis (22/1/2026) malam.

Ketinggian air terus bertambah mencapai 180 hingga 200 sentimeter pada Jumat (23/1/2026) sore.

Baca juga: Dijanjikan Bebas Banjir, Perumahan Subsidi di Bekasi Malah Terendam 1 Meter

Banjir mulai menggenangi kawasan perumahan tersebut sejak pukul 19.30 WIB. Sejak itu, air tak kunjung surut.

Banjir bahkan semakin meninggi, menenggelamkan rumah-rumah warga hingga atap.

Baca juga: Banjir di Jatimulya Bekasi Kemarin: Jalan Raya Lumpuh, Perumahan Terendam

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Jumat hingga pukul 17.25 WIB, deretan rumah tampak tenggelam dalam genangan luas, menyatu dengan air keruh yang menghampar sejauh mata memandang.

Perumahan itu kini terlihat seperti danau. Tak lagi terlihat aktivitas warga.

Sejumlah warga terlihat meninggalkan rumah mereka setelah mengamankan barang-barang berharga.

Kondisi Perumahan Green Lavender Sukamekar di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi terendam banjir hingga 2 meter. Jum'at (23/1/2026).KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Kondisi Perumahan Green Lavender Sukamekar di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi terendam banjir hingga 2 meter. Jum'at (23/1/2026).
Dengan langkah hati-hati, warga bergerak menuju lokasi pengungsian di pinggir Jalan Kampung Pulo Daun. Warga mengevakuasi diri dengan peralatan seadanya.

Ember, jeriken, dan alat apung sederhana digunakan untuk mengangkut barang maupun membantu warga keluar dari kawasan perumahan yang telah terendam hampir sepenuhnya.

Salah satu warga, Muhammad Jaelani (38), mengatakan kondisi banjir di Perumahan Green Lavender Sukamekar sangat parah.

Ia menyebut banjir yang terjadi merupakan banjir susulan dalam waktu berdekatan.

“Ya, kondisi di Perumahan Green Lavender Sukamekar ini sangat parah ya. Kami juga evakuasi seadanya menggunakan ember. Tanggal 19 kemarin sudah surut, ini banjir lagi dan tambah parah," ujar Jaelani saat ditemui Kompas.com saat hendak menuju lokasi pengungsian.

Sejumlah warga Perumahan Green Lavender Sukamekar, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi,  Kabupaten Bekasi mulai meninggalkan rumah mereka yang terendam banjir hingga 1,8 meter. Jumat (23/1/2026). KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Sejumlah warga Perumahan Green Lavender Sukamekar, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi mulai meninggalkan rumah mereka yang terendam banjir hingga 1,8 meter. Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, banjir bukan semata disebabkan oleh hujan lokal, melainkan kiriman air dari dua aliran sungai yang meluap.

“Ini banjir kiriman dari luapan Kali CBL dan Kali Bekasi. Jadi dua kali jebol. Kalau intensitas hujan lokal saja tidak separah ini,” katanya.

Warga mulai mempertimbangkan langkah lanjutan untuk menuntut solusi jangka panjang.

Halaman:
Baca tentang


Terkini Lainnya
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Megapolitan
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Megapolitan
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
Megapolitan
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Megapolitan
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Megapolitan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Megapolitan
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Megapolitan
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Megapolitan
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Megapolitan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Megapolitan
Pelayanan Publik di Tangsel Dipastikan Tetap Normal meski ASN WFH Tiap Jumat
Pelayanan Publik di Tangsel Dipastikan Tetap Normal meski ASN WFH Tiap Jumat
Megapolitan
Selokan dan Kali di Ancol Berbau Mirip Kotoran Manusia, DLH Ungkap Sumbernya
Selokan dan Kali di Ancol Berbau Mirip Kotoran Manusia, DLH Ungkap Sumbernya
Megapolitan
Selokan dan Kali di Ancol Jakut Berbau Mirip Kotoran, Airnya Hitam Pekat
Selokan dan Kali di Ancol Jakut Berbau Mirip Kotoran, Airnya Hitam Pekat
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Perumahan Green Lavender Sukamekar Bekasi Berubah Jadi Danau, Terendam Banjir 2 Meter
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat