Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Selokan dan Kali di Ancol Berbau Mirip Kotoran Manusia, DLH Ungkap Sumbernya

Kompas.com, 1 April 2026, 15:57 WIB
Shinta Dwi Ayu,
Larissa Huda

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bau menyengat menyerupai kotoran manusia menyelimuti kawasan Jalan Karang Bolong Raya hingga Jalan Ancol Barat I, Ancol, Jakarta Utara. Aroma tak sedap ini bahkan menembus masker dan dikeluhkan warga serta pengendara yang melintas setiap hari.

Bau tersebut diduga berasal dari aliran kali selebar 15 hingga 20 meter yang membentang di sepanjang lokasi, serta dari saluran selokan di sekitarnya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lapangan, bau tak sedap itu terasa sangat kuat terutama pada siang hari. Sejumlah pengendara tampak menutup hidung saat melintas karena tidak tahan dengan aroma menyengat tersebut.

Baca juga: Puluhan Penonton Lemas di Konser Ancol, Manajemen Siap Evaluasi Total

Bahkan, bau itu tetap tercium meski menggunakan masker.

Salah satu pengendara, Erna (27), mengaku hampir setiap hari mencium aroma tak sedap dari kali dan selokan di kawasan tersebut. Ia pun khawatir terhadap dampak kesehatan.

"Pakai masker aja tetap kecium, takutnya sih kena penyakit, karena tiap hari lewat sini," ucap Erna ketika diwawancarai di lokasi, Selasa (31/3/2026).

Menyengat di siang hari

Pedagang soto bernama Udin (49), mengatakan sangat terganggu dengan aroma tak sedap tersebut saat pertama kali berjualan di lokasi tersebut. Namun, setelah lima tahun berjualan di sekitar kali dan selokan, ia mengaku mulai terbiasa dengan bau tersebut.

"Saya seringnya ke sini siang jam 11.00 WIB baunya. Cuma ibaratnya saya sudah biasa di sini, jadi sudah enggak begitu kecium karena hidungnya sudah kebal," ungkap Udin ketika diwawancarai di lokasi, Selasa.

Menurut Udin, orang yang baru pertama kali atau jarang melintas di lokasi itu hampir selalu mengeluhkan bau menyengat tersebut.

Bahkan, beberapa pembelinya memilih tidak makan di tempat karena tidak tahan dengan bau dari selokan.

"Kadang ada orang ngeluh ke saya ini bau apa, sampai enggak mau duduk di sini ada, enggak jadi makan di sini juga ada," tutur Udin.

Ia mengaku khawatir terhadap dampak kesehatan akibat terus-menerus menghirup bau tak sedap tersebut. Namun, di sisi lain, lokasi berjualannya cukup strategis sehingga tetap dipertahankan.

Baca juga: Pengangkutan Sampah Pasar Induk Kramat Jati Segera Diambil Alih Swasta

Sementara itu, seorang pekerja bernama Refi (42) mengaku sudah terbiasa dan tidak terlalu khawatir.

"Kalau saya enggak takut, karena sudah kebal dan terbiasa gitu aja," tutur dia di lokasi, Selasa.

Refi mengatakan, kondisi kali dan selokan yang mengeluarkan bau menyengat sudah terjadi selama bertahun-tahun. Ia menduga bau tersebut berasal dari pencemaran limbah, mengingat kawasan itu dikelilingi sejumlah pabrik.

Halaman:


Terkini Lainnya
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Di Balik Maraknya Jasa Antre, Ada Waktu Berharga yang Ingin Dijaga
Megapolitan
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Isu Harga BBM Naik Bikin Warga Panik, SPBU Jagakarsa Sempat Kehabisan Stok
Megapolitan
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
WFH ASN Beda Hari, Kemendagri Minta Pemkot Bekasi Ikuti Kebijakan Pusat Setiap Jumat
Megapolitan
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Pemkot Tangsel Sebut Kebijakan WFH ASN Bisa Hemat BBM dan Biaya Operasional
Megapolitan
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Bengkel di Pamulang Ludes Terbakar, Diduga akibat Korsleting
Megapolitan
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Nenek Diduga Curi TV di Ruko Kampung Melayu, Terekam CCTV
Megapolitan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Menengok Hunian Baru Warga yang Direlokasi dari Lahan Makam di Jakbar, Tak Lagi Becek-becekan
Megapolitan
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Andrie Yunus, Berkas Dilimpahkan ke Puspom TNI
Megapolitan
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Jasa Joki Antre Kian Diminati, Solusi Praktis atau Cermin Buruknya Layanan Publik?
Megapolitan
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Sopir Pikap Diduga Diperas di Lampu Merah Penjaringan, Pelaku Diburu
Megapolitan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Kasus Kreator Konten Mengaku Diperkosa di Jaksel: Dilaporkan Balik, Proses Berjalan
Megapolitan
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Kasus Alfin yang Terkubur 3 Meter di Cikeas
Megapolitan
Pelayanan Publik di Tangsel Dipastikan Tetap Normal meski ASN WFH Tiap Jumat
Pelayanan Publik di Tangsel Dipastikan Tetap Normal meski ASN WFH Tiap Jumat
Megapolitan
Selokan dan Kali di Ancol Berbau Mirip Kotoran Manusia, DLH Ungkap Sumbernya
Selokan dan Kali di Ancol Berbau Mirip Kotoran Manusia, DLH Ungkap Sumbernya
Megapolitan
Selokan dan Kali di Ancol Jakut Berbau Mirip Kotoran, Airnya Hitam Pekat
Selokan dan Kali di Ancol Jakut Berbau Mirip Kotoran, Airnya Hitam Pekat
Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Selokan dan Kali di Ancol Berbau Mirip Kotoran Manusia, DLH Ungkap Sumbernya
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat