Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menyiapkan Dana Hari Tua: Strategi Keuangan untuk Pensiun Tenang

Kompas.com, 28 Agustus 2025, 07:34 WIB
Mela Arnani

Penulis

KOMPAS.com – Biaya hidup terus meningkat dari tahun ke tahun, sementara usia produktif seseorang terbatas. 

Ketika masa pensiun tiba, penghasilan rutin berhenti, tetapi kebutuhan hidup tetap berjalan. Karena itu, menyiapkan dana hari tua sejak dini menjadi hal yang tidak bisa ditunda.

Banyak orang baru menyadari pentingnya perencanaan keuangan ketika sudah mendekati masa pensiun. Padahal, semakin awal dana pensiun dipersiapkan, semakin ringan beban yang harus ditanggung di kemudian hari. 

Perencanaan keuangan yang tepat membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan masa depan.

Baca juga: Cara Gadai BPKB Motor di Pegadaian, Syarat, dan Bunganya

Mengapa dana hari tua penting?

Hidup manusia bisa dibagi dalam beberapa fase. Di masa muda, kebutuhan ditanggung orang tua. 

Saat memasuki dunia kerja, seseorang mulai membiayai hidup sendiri hingga akhirnya memiliki keluarga. 

Namun, pada fase pensiun, pendapatan aktif berhenti, sementara kebutuhan tetap ada.

Pertanyaannya: bagaimana memenuhi kebutuhan ketika sudah tidak bekerja lagi? Jawabannya ada pada dana pensiun yang dipersiapkan sejak masih produktif.

Baca juga: Cara Gadai Emas di Pegadaian dan Syaratnya

Prinsip dasar perencanaan keuangan

Perencanaan keuangan membantu mengatur kebutuhan agar tidak hanya habis untuk konsumsi saat ini, tetapi juga tersimpan untuk jangka panjang.

Umumnya, kebutuhan terbagi menjadi:

  • Kebutuhan saat ini: biaya makan, tempat tinggal, transportasi, komunikasi, hingga sedekah.
  • Kebutuhan jangka menengah (5–10 tahun): pendidikan, traveling, membeli rumah atau mobil, hingga biaya haji/umroh.
  • Kebutuhan jangka panjang (>10 tahun): terutama dana pensiun.

Baca juga: 5 Tips Investasi untuk Gaji Pas-pasan agar Tetap Bisa Cuan

Selain itu, dana darurat juga penting untuk menghadapi risiko tak terduga seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau musibah. 

Idealnya, dana darurat minimal 3–6 kali pengeluaran bulanan, lebih besar jika sudah berkeluarga.

Baca juga: Tips Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Agar Bebas Hutang, Apa Saja?

Instrumen keuangan untuk menyiapkan dana hari tua

Berikut instrumen yang bisa dipilih sesuai kebutuhan, jangka waktu, dan profil risiko:

- Jangka pendek dan menengah

  • Deposito berjangka

Aman dengan bunga lebih tinggi dari tabungan. Deposito bisa dicairkan dalam jangka waktu 1, 3, 6, hingga 12 bulan. Meski begitu, pencairan deposito yang tidak sesuai perjanjian dapat dikenai biaya denda.

Baca juga: Rahasia Financial Freedom ala Kemenkeu

Halaman:


Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau