Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Emas Sepekan Anjlok Hampir 10 Persen, Terburuk Sejak 2011

Kompas.com, 21 Maret 2026, 09:31 WIB
Agustinus Rangga Respati,
Erlangga Djumena

Tim Redaksi

Sumber CNBC

KOMPAS.com - Harga emas dunia semakin merosot pada akhir pekan ini.

Harga emas menyentuh penurunan terburuk dalam 15 tahun terakhir karena investor khawatir tentang implikasi ekonomi dari Perang AS-Iran.

Harga emas anjlok 9,6 persen pekan ini, sekaligus menjadi kerugian mingguan terbesar sejak September 2011.

Kontrak berjangka yang terkait dengan logam mulia tersebut turun 0,7 persen menjadi 4.574,90 dollar AS per ons, atau mengalami penurunan setelah sebelumnya naik di pagi hari.

Harga emas berada di jalur untuk mengalami penurunan terburuk sejak Oktober 2008.

Baca juga: Harga Emas dan Perak Dunia Anjlok di Tengah Lonjakan Minyak dan Risiko Inflasi Global

Kendati demikian, logam mulia ini masih naik lebih dari 5 persen pada 2026.

Sementara itu, harga perak berjangka anjlok lebih dari 2 persen menjadi 69,66 dollar AS, atau menyentuh level penutupan terendah sejak Desember.

Logam mulia ini mencatat penurunan selama tiga minggu berturut-turut dengan penurunan lebih dari 14 persen.

Harga perak kini turun lebih dari 1 persen untuk 2026.

Penurunan pada Jumat lalu memperpanjang sesi yang sulit bagi logam mulia pada hari Kamis, dengan harga spot turun sekitar 3 persen setelah mengalami kerugian yang lebih dalam di awal hari di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari perang Iran.

Volatilitas di pasar minyak telah memengaruhi sentimen investor global sejak awal perang AS-Israel dengan Iran.

Harga minyak mencapai lebih dari 112 dollar AS pada sesi Jumat.

Saham-saham AS anjlok pada hari Jumat, menyeret Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite mendekati penurunan 10 persen dari level tertinggi baru-baru ini, yang oleh Wall Street didefinisikan sebagai koreksi.

Di samping itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia tidak menginginkan gencatan senjata dalam perang dengan Iran.

Seorang analis ekuitas logam dan pertambangan di SP Angel Arthur Parish mengatakan, beberapa volatilitas ekstrem pada emas dalam beberapa minggu terakhir terjadi setelah reli panjang menjelang serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau