KOMPAS.com - Harga emas dunia semakin merosot pada akhir pekan ini.
Harga emas menyentuh penurunan terburuk dalam 15 tahun terakhir karena investor khawatir tentang implikasi ekonomi dari Perang AS-Iran.
Harga emas anjlok 9,6 persen pekan ini, sekaligus menjadi kerugian mingguan terbesar sejak September 2011.
Kontrak berjangka yang terkait dengan logam mulia tersebut turun 0,7 persen menjadi 4.574,90 dollar AS per ons, atau mengalami penurunan setelah sebelumnya naik di pagi hari.
Harga emas berada di jalur untuk mengalami penurunan terburuk sejak Oktober 2008.
Baca juga: Harga Emas dan Perak Dunia Anjlok di Tengah Lonjakan Minyak dan Risiko Inflasi Global
Kendati demikian, logam mulia ini masih naik lebih dari 5 persen pada 2026.
Sementara itu, harga perak berjangka anjlok lebih dari 2 persen menjadi 69,66 dollar AS, atau menyentuh level penutupan terendah sejak Desember.
Logam mulia ini mencatat penurunan selama tiga minggu berturut-turut dengan penurunan lebih dari 14 persen.
Harga perak kini turun lebih dari 1 persen untuk 2026.
Penurunan pada Jumat lalu memperpanjang sesi yang sulit bagi logam mulia pada hari Kamis, dengan harga spot turun sekitar 3 persen setelah mengalami kerugian yang lebih dalam di awal hari di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari perang Iran.
Volatilitas di pasar minyak telah memengaruhi sentimen investor global sejak awal perang AS-Israel dengan Iran.
Harga minyak mencapai lebih dari 112 dollar AS pada sesi Jumat.
Saham-saham AS anjlok pada hari Jumat, menyeret Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite mendekati penurunan 10 persen dari level tertinggi baru-baru ini, yang oleh Wall Street didefinisikan sebagai koreksi.
Di samping itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa ia tidak menginginkan gencatan senjata dalam perang dengan Iran.
Seorang analis ekuitas logam dan pertambangan di SP Angel Arthur Parish mengatakan, beberapa volatilitas ekstrem pada emas dalam beberapa minggu terakhir terjadi setelah reli panjang menjelang serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.