Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Minyak Turun Usai Trump Tunda Serangan ke Fasilitas Energi Iran

Kompas.com, 24 Maret 2026, 08:00 WIB
Seto Ajinugroho,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini mengadakan pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Trump juga memerintahkan agar angkatan bersenjata AS menunda serangan ke fasilitas energi milik Teheran selama lima hari ke depan.

"Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat dan negara Iran telah melakukan percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian total atas permusuhan kita di Timur Tengah. Saya telah memerintahkan Departemen Perang menunda semua serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari," jelas Trump di Truth Social, Senin (23/3/2026).

Baca juga: Wall Street Menguat Usai Sinyal Damai AS-Iran, Harga Minyak Justru Anjlok

Pernyataan Trump mengakibatkan harga minyak dunia turun sebanyak 11 persen.

Dikutip dari CNBC, Senin (23/3/2026), minyak mentah (crude oil) jenis Brent turun 11 persen menjadi 99,94 dollar AS per barrel (sekitar Rp 1.686.731, kurs Rp 16.941) setelah sebelumnya pada hari Jumat (20/3/2026) mencapai 112 dollar AS (Rp 1.889.328) per barrel.

Selain Brent, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga turun 10 persen menjadi 88,13 dollar AS (Rp 1.489.532) per barrel.

Diperkirakan harga minyak berangsur turun apabila situasi di Selat Hormuz kondusif selama lima hari ke depan.

Namun, Pemerintah Iran membantah pernyataan Trump mengenai pembicaraan untuk mengakhiri perang.

Baca juga: Trump Sebut AS-Iran Berunding Akhiri Perang, Harga Minyak Dunia Langsung Jatuh 11 Persen

Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato di Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York City, Amerika Serikat, 24 September 2025.AFP/ANGELA WEISS Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat berpidato di Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York City, Amerika Serikat, 24 September 2025.

Klarifikasi Pemerintah Iran

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, tak ada negosiasi dengan Washington terkait penyelesaian perang. Menurutnya, pernyataan Trump adalah upaya menurunkan harga energi yang selama ini tercekik di Selat Hormuz.

"Tidak ada pembicaraan antara Teheran dan Washington," kata kantor berita Mehr, Senin (23/6/2026).

Selain itu, Iran masih gamang apakah penundaan serangan AS ke fasilitas energinya hanya retorika untuk mengambil alih penguasaan Selat Hormuz.

Bahkan, jika serangan terjadi, 90 juta populasi Iran terancam kehilangan pasokan listrik di rumahnya.

Baca juga: Gangguan Selat Hormuz, Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia

"Bayangkan jika listrik untuk populasi 90 juta jiwa terputus untuk waktu yang lama di zaman sekarang ini! Apa yang akan terjadi? Pertama-tama, semua rumah dan jalan akan gelap gulita dan orang tua serta orang sakit akan terkunci di menara tempat tinggal mereka. Segera setelah itu, siklus produksi semua jenis barang dan jasa akan berhenti," kata penulis dan tokoh reformis Iran, Ahmad Zeidabadi, dikutip dari The Guardian, Senin (23/3/2026).

Ketakutan warganya ditangkap oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Melalui putranya, Yousef Pezeshkian, ia menyampaikan akan membalas setiap serangan AS kepada negaranya.

“Ketika Amerika menyerang infrastruktur, konsekuensi dari hal ini akan kembali kepada Anda. Anda tidak bisa mengatakan: ‘Saya akan memutus aliran listrik Anda, tetapi Anda tidak boleh memutus aliran listrik saya.’ Apa pun yang kita lakukan cepat atau lambat akan kembali menghantui kita," jelasnya dikutip dari The Guardian.

Saat ini, harga minyak dunia cenderung turun, tapi jika eskalasi kembali meningkat maka bisa melonjak tajam.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Jelang Tenggat Ultimatum Trump ke Iran

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Meski Ditunda, Ancaman Trump ke Iran Disebut Lebih Ngeri dari Bom Atom Jepang"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Merdeka Copper Gold (MDKA) Cetak Pendapatan Rp 32,06 Triliun, Turun 15,62 Persen Per 2025
Ekbis
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Strategi Kemenperin Genjot Transformasi Industri Nasional
Ekbis
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Pelaporan SPT 2025 Capai 10,53 Juta, Didominasi Karyawan
Ekbis
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Ekbis
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Update Harga iPhone 16, iPhone 17, dan 17 Pro Max Per 1 April 2026
Ekbis
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Kemenaker Imbau WFH, Sektor Kesehatan hingga Keuangan Tetap WFO
Ekbis
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Purbaya: Kalau Kepepet, Pemerintah Punya SAL Rp 420 Triliun untuk Jaga APBN
Ekbis
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Harga Avtur Naik hingga 80 Persen, Tarif Tiket Pesawat Terancam Melonjak
Ekbis
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Tarif Listrik Triwulan II-2026 Tidak Naik, PLN Pastikan Layanan Tetap Optimal
Energi
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Berbalik dari Rugi ke Untung, Laba Bersih Phapros (PEHA) Melonjak 109 Persen di 2025
Ekbis
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM  hingga Rp 100 Triliun
BBM Tak Naik, Purbaya Tambah Anggaran Subsidi BBM hingga Rp 100 Triliun
Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
IHSG Ditutup Menguat 1,93 Persen, Sentimen Geopolitik Timur Tengah Meredah?
Ekbis
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Harga BBM Tak Naik, Purbaya: Pertamina Tanggung Sementara
Keuangan
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Bengkel Siaga CNG Layani Kendaraan BBG di Jalur Mudik, Hadir 24 Jam
Energi
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Pedagang Tertekan
Industri
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau