Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wall Street Menguat Usai Sinyal Damai AS-Iran, Harga Minyak Justru Anjlok

Kompas.com, 24 Maret 2026, 07:00 WIB
Suparjo Ramalan ,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

Sumber CNBC

NEW YORK, KOMPAS.com – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Senin (23/3/2026) waktu setempat, setelah muncul sinyal meredanya konflik di Timur Tengah menyusul pembicaraan antara AS dan Iran.

Penguatan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap infrastruktur energi Iran, serta mengungkap adanya komunikasi yang dinilai konstruktif antara kedua negara.

Sentimen tersebut langsung disambut positif oleh investor. Mengutip CNBC pada Selasa (24/6/2026), indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 631 poin atau 1,38 persen ke level 46.208,47.

Sementara itu, S&P 500 naik 1,15 persen ke posisi 6.581,00, dan Nasdaq Composite menguat 1,38 persen ke 21.946,76.

Padahal sebelumnya, kontrak berjangka saham sempat mengindikasikan pelemahan lanjutan akibat lonjakan harga minyak dan ketidakpastian konflik Iran. Namun, arah pasar berbalik tajam setelah pernyataan Trump.

Pada perdagangan intraday, tiga indeks utama mencatat kenaikan lebih dari 2 persen. Dow Jones Industrial Average bahkan sempat melonjak lebih dari 1.100 poin atau sekitar 2,5 persen. Sementara itu, Nasdaq Composite juga naik 2,5 persen, dan S&P 500 menguat 2,2 persen.

Baca juga: Wall Street Kembali Anjlok, Perang Iran Vs AS-Israel Jadi Pemicu

Di sisi lain, harga minyak justru mengalami tekanan. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 10,28 persen ke level 88,13 dollar AS per barrel, sementara Brent melemah 10,92 persen ke 99,94 dollar AS per barrel.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut pembicaraan dengan Iran membuka peluang penyelesaian konflik secara menyeluruh. Ia juga menginstruksikan penundaan seluruh serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, sambil menunggu perkembangan negosiasi.

“Saya dengan senang hati melaporkan bahwa Amerika Serikat dan negara Iran, dalam dua hari terakhir, telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif terkait penyelesaian secara penuh dan menyeluruh atas konflik kita di Timur Tengah,” ujar Trump.

Ia menambahkan, kedua negara memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan dan berencana melanjutkan komunikasi dalam waktu dekat.

Namun demikian, optimisme pasar sempat tertahan setelah media pemerintah Iran menyatakan tidak ada pembicaraan langsung dengan AS.

Baca juga: Trump Sebut AS-Iran Berunding Akhiri Perang, Harga Minyak Dunia Langsung Jatuh 11 Persen

Sebelumnya Trump sempat mengultimatum Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam 48 jam atau menghadapi serangan militer. Iran pun merespons dengan ancaman balasan terhadap fasilitas AS di kawasan Teluk Persia.

Analis strategi investasi Baird, Ross Mayfield, mengatakan pergerakan pasar saat ini lebih mencerminkan arah kebijakan pemerintah AS dibandingkan kepastian penyelesaian konflik.

“Pergerakan pasar hari ini lebih mencerminkan arah yang ingin dituju pemerintah. Namun, saya cukup skeptis bahwa sesuatu bisa segera diselesaikan minggu ini hingga benar-benar kembali normal, mengingat berbagai komplikasi yang ada,” katanya kepada CNBC.

Ia menambahkan, banyak faktor yang masih menjadi ketidakpastian, mulai dari kepentingan Israel, Iran, hingga negara-negara Teluk, serta potensi kerusakan struktural pada fasilitas ekspor LNG, minyak mentah, dan kilang.

“Apakah ada kerusakan struktural pada fasilitas energi yang bisa mengubah harga minyak secara permanen dan membuatnya tetap tinggi meskipun konflik berakhir?” lanjutnya.

Baca juga: Gangguan Selat Hormuz, Saudi Aramco Pangkas Pasokan Minyak ke Asia

Halaman:


Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau