SEMARANG, KOMPAS.com – Petis Bumbon, menjadi satu kuliner khas Semarang yang hanya bisa ditemui saat Ramadhan.
Istiqomah (67), adalah salah satu penjual Petis Bumbon. Ia merupakan generasi keempat di keluarganya yang berjualan kuliner ini.
Pedagang yang biasa berjualan di Alun-alun Semarang itu menjelaskan, petis bumbon memiliki ciri khas berbeda jika dibandingkan dengan sambal goreng biasa.
Kuliner ini biasanya disajikan dengan telur bebek dan disantap bersama lontong.
“Petis bumbon itu khasnya memang adanya pas Dugderan (tradisi yang digelar sebelum masuk Ramadhan) sama puasa. Satu tahun sekali. Selain itu memang jarang dicari,” ujar warga Semarang Tengah itu saat ditemui di sela-sela berjualan, Selasa (24/2/2026) sore.
Baca juga: Cakue Ko Atek, Kuliner Legendaris di Pasar Baru Sejak 1971
Dia mengatakan, petis bumbon memiliki komposisi rempah yang beragam.
Jika sambal goreng biasa hanya menggunakan daun salam dan lengkuas, petis bumbon memadukan lebih banyak bumbu seperti kunci, serai, daun salam, lengkuas, serta petis banyar yang berbahan dasar ikan.
“Petis banyar itu dari ikan, rasanya lebih asin. Kalau sambal goreng pakai salam laos tok. Kalau petis bumbon rempah-rempahnya lebih banyak,” katanya.
Harga petis bumbon dengan satu porsi telur bebek dibanderol Rp 12.000. Sedangkan jika dengan paket plus lontong dijual Rp 20.000.
Setiap hari, Istiqomah mengaku mampu menjual hingga 100 butir telur selama Ramadhan.
Keramaian biasanya mulai terasa pada hari ketujuh Ramadhan hingga lima hari setelah Lebaran, sebelum akhirnya ia kembali berhenti berjualan.
Baca juga: 9 Kuliner Legendaris Cirebon: Empal Gentong hingga Mie Koclok
Dia menyebut proses pembuatan petis bumbon pun tidak singkat.
Ia mulai memasak sejak pagi hari agar bumbu benar-benar matang dan minyak dari cabai keluar sempurna.
“Masaknya lama dari pagi, supaya lomboknya keluar minyaknya. Kalau sudah keluar minyak, itu tandanya sudah matang dan enak,” ungkapnya.
Istiqomah menceritakan dirinya menjadi generasi keempat di keluarganya yang berjualan petis bumbon di kawasan alun-alun.