JAKARTA, KOMPAS.com - Tak ada cakwe dingin warung Cakue Ko Atek. Setiap adonan yang selesai diuleni, nyaris selalu ludes terjual sebelum benar-benar mendingin di atas tampah.
Selagi satu per satu cakwe terjual, tangan Ko Atek hampir tak pernah berhenti. Dengan cekatan, ia memotong adonan cakwe, menariknya hingga memanjang, lalu menjatuhkannya perlahan ke dalam minyak panas.
Dalam hitungan menit, adonan itu mengembang sempurna dan berwarna keemasan, bertanda cakwe matang dan siap dinikmati
Tanpa menunggu lama, cakwe matang langsung beralih ke tangan-tangan pembeli yang rela mengatre di warung yang berada di gang sempit ini.
Baca juga: 6 Mie Ayam Legendaris dan Favorit di Bogor, Enak dan Mengenyangkan
Cakue Ko Atek, kuliner legendaris di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Warung cakwe ini sudah buka sejak 1971 dan kini dikelola oleh generasi kedua. Foto dipotret pada Kamis (12/6/2026).Setidaknya, demikian yang terlihat saat rombongan walking tour BerKemana (bersama Kompas.com kemana), mampir dan mencoba kelezatan bakmi legendaris di gerai utama Pasar Baru, Jakarta Pusat pada Kamis (12/2/2026).
Soal cita rasa, cakwe buatan Ko Atek memiliki aroma khas tepung yang menggugah selera, dengan tekstur berongga di dalam dan renyah di luar.
Ko Atek bilang, ia bisa menghabiskan hingga 10 kilogram adonan cakwe dalam sehari, terutama saat akhir pekan.
"(Bikin) 10 kilogram (cakwe) aja udah ngos-ngosan," kata Ko Atek, menjawab pertanyaan Kompas.com seraya berkelakar.
Baca juga: Resep Kue Cubit Tabur Cokelat, Jajanan Legendaris Lembut dan Manis
Cakue Ko Atek, kuliner legendaris di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Warung cakwe ini sudah buka sejak 1971 dan kini dikelola oleh generasi kedua. Foto dipotret pada Kamis (12/6/2026).Adonan cakwe ini mulai disiapkan sejak pagi hari, bahkan sebelum pukul 10.00 WIB, dan hampir selalu ludes terjual sebelum petang.
Sebagai penerus bisnis keluarga generasi kedua, Ko Atek biasanya menutup warung cakwe sekitar pukul 14.00 WIB, setelah memastikan semua pelanggan mendapatkan cakwe hangat.
Jika ingin mencoba kenikmatan cakwe buatan Ko Atek, pastikan datang sebelum matahari mencapai puncaknya alias sebelum kehabisan.
Baca juga: 5 Cara Membuat Cakwe Mengembang, Gorengan Favorit
Lokasi Cakue Ko Atek berada di Gang Kelinci. Letaknya persis di dekat Bakmi Gang Kelinci yang juga dikenal sebagai kuliner legendaris di Pasar Baru. Tidak berubah sejak pertama kali berdiri pada 1971.
Beberapa langkah dari restoran bakmi legendaris tersebut, kamu bisa menemui pedagang buah-buahan. Masuk saja ke dalam gang dan temui Cakue Ko Atek di sisi kiri gang dari arah luar.
Cakue Ko Atek mudah dikenali lewat cat serba biru, tempelan foto-foto diri di tembok, serta aksi sang penjual ketika menguleni adonan cakwe.
Baca juga: Resep Bubur Ayam Bandung, Lengkap dengan Kacang Tanah dan Cakwe
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang