Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Konsumsi Serat Berlebihan Bisa Mengganggu Pencernaan, Ini Penjelasan Ahli

Kompas.com, 1 April 2026, 12:18 WIB
Ella Triana

Penulis

KOMPAS.com - Mengkonsumsi serat tentu baik bagi kesehatan tubuh. Namun, bagaimana jika kamu mengkonsumsi serat secara berlebihan? Akhir-akhir ini tengah ramai di media sosial tren meningkatkan konsumsi serat dalam tubuh.

Tren fibermaxxing ini berfokus memaksimalkan asupan serat seperti dari makanan utuh seperti sayur, buah dan biji-bijian. Tren ini bertujuan untuk meningkatkan rasa kenyang hingga kesehatan jangka panjang.

Namun, alih-alih membuat tubuh semakin sehat, konsumsi serat secara berlebihan juga akan beresiko buruk bagi tubuh.

Seorang ahli gizi dari King’s College London, Emily Leeming menjelaskan bahwa konsumsi serat secara berlebihan tanpa menyesuaikan akan menimbulkan ketidaknyamanan pada tubuh.

Baca juga: Kayu Secang dan Jahe Merah Disebut Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung, Ini Kata Ahli

Baca juga: Jangan Kalap! Ahli Gizi Ungkap Cara Hindari Kolesterol Tinggi Makanan Lebaran

Tren fibermaxxing di sosial media

Platform Tiktok dan Instagram ramai membahas isu tentang peningkatan sumber serat konsumsi harian penggunaannya. Tagar #fibermaxxing telah mengumpulkan hingga lebih dari 150 juta tayang Tiktok dan menjadikannya sebagai salah satu topik nutrisi yang ramai dibahas.

Para konten kreator kesehatan mencoba untuk memamerkan menu harian tinggi serat misalnya smoothie penuh buah, salad kacang-kacangan sebagai pemenuhan serat harian mereka.

Sama halnya dengan menghitung asupan protein, tren ini juga mengajak pengguna menghitung jumlah protein yang akan dikonsumsi hari itu.

Namun dibalik tren fibermaxxing, tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak membahayakan tubuh. Misalnya, kamu perlu mengetahui batasan harian konsumsi protein yang tepat dan jenis makanan apa saja yang cocok untuk meningkatkan potensi protein dalam tubuh.

Baca juga: Makan Enak saat Lebaran Tanpa Takut Berat Naik, Ini 5 Tips dari Ahli Gizi

Baca juga: Mudah Mengantuk Saat Mudik? Ini Pilihan Makanan Penjaga Stamina Menurut Ahli Gizi

Konsumsi ideal serat untuk tubuh manusia

Dilansir Kompas dari Antara, ahli gizi Emily Leeming menjelaskan bahwa mengkonsumsi serat yang benar bisa mendukung pencernaan, menurunkan risiko kanker usus dan penyakit jantung serta membantu mengontrol gula darah.

Serat yang bisa kamu konsumsi seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, dan polong-polongan. Dalam penjelasannya, Leeming juga menganjurkan untuk mengkonsumsi sekitar 30 gram serat per hari untuk dewasa.

Jika kamu ingin mengingatkan konsumsi serat, Leeming menyarankan untuk dilakukan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi.

Jika kamu langsung mengkonsumsi serat lebih dari 50 gram per hari, hal tersebut bisa menimbulkan pola makan yang terlalu restriktif.

Agar konsumsi serat dapat terkontrol dengan baik, kamu bisa meningkatkan jumlah serat secara perlahan-lahan setiap harinya. Seperti yang dianjurkan Leeming, kamu bisa mulai sekitar 5 gram per hari.

Konsumsi serat dengan menambah 5 gram per hari mampu menurunkan resiko depresi sebesar 5 persen. Selanjutnya, jika kamu ingin meningkatkan kuantitas protein sekitar 7 gram serat per hari, ini juga baik untuk diabetes tipe 2 dan kanker usus.

Jangan lupa, selama proses peningkatan serat harian, kamu perlu menyesuaikannya dengan kemampuan tubuh masing-masing, dilakukan secara bertahap dan penuhi kebutuhan cairan yang cukup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau