Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Kalap! Ahli Gizi Ungkap Cara Hindari Kolesterol Tinggi Makanan Lebaran

Kompas.com, 22 Maret 2026, 11:30 WIB
Krisda Tiofani,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Makanan Lebaran identik dengan penggunaan santan, seperti yang umum ditemui dalam opor ayam, rendang, gulai, dan sayur godog.

Konsumsi makanan berlemak dan bersantan dalam jumlah besar, dapat memicu berbagai gangguan kesehatan karena membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat.

Kondisi ini pada akhirnya memicu berbagai keluhan, seperti perut kembung, mual, sakit perut, hingga sembelit.

Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati.

Baca juga: 5 Tradisi Makan Besar saat Lebaran dari Berbagai Daerah di Indonesia

“Pada momen Lebaran, banyak orang cenderung ingin menikmati berbagai hidangan yang tersedia. Namun, jika porsinya tidak dikendalikan, hal ini dapat membebani sistem pencernaan dan menimbulkan berbagai keluhan kesehatan,” kata Sandra seperti dikutip situs resmi UI, Minggu (22/3/2026).

Bukan hanya makanan bersantan dan berminyak, kue-kue Lebaran yang identik dengan rasa manis juga bisa memicu lonjakan gula darah bila dikonsumsi berlebihan.

Sementara itu, makanan tinggi lemak dan garam dapat meningkatkan kolesterol, tekanan darah, serta risiko penyakit jantung dan stroke.

Kalori berlebih juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan serta membuat tubuh mudah lelah dan mengantuk.

Lantas, bagaimana cara menikmati makanan Lebaran tanpa memicu berbagai risiko penyakit?

Baca juga: Rekomendasi 8 Warung Mie Ayam yang Terkenal Enak di Solo

Cara menghindari kolesterol saat Lebaran

1. Konsumsi makanan Lebaran secukupnya

Menurut Sandra, menikmati hidangan Lebaran tidak berarti harus mengorbankan kesehatan. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan.

Hidangan khas Lebaran, seperti ketupat, opor ayam, gulai, atau rendang tetap dapat dinikmati, asalkan dalam porsi yang wajar.

Hal ini juga disampaikan oleh Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, dr. Naufal Muharam Nurdin.

"Biasanya, kalori terbesar bukan berasal dari makanan utama, melainkan dari camilan dan kue-kue Lebaran,” kata Naufal.

Ia juga mengingatkan bahwa tingkat kejadian stroke biasanya meningkat setelah Lebaran. Hal ini terjadi akibat ketidakmampuan dalam menjaga konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.

“Hindari camilan dan kue-kue. Jika penasaran, boleh mencicipi, tapi jangan terlalu banyak,” sambung dia, dikutip dari situs resmi IPB University, Minggu (22/3/2026).

Baca juga: Resep Dendeng Balado Padang Cocok Untuk Makan Keluarga Saat Lebaran


2. Atur makanan seimbang

Ilustrasi buah-buahan segar. Penderita diabetes sebaiknya menghindari konsumsi beberapa jenis buah agar kadar gula darahnya tidak naik dalam waktu cepat.PIXABAY/COULEUR Ilustrasi buah-buahan segar. Penderita diabetes sebaiknya menghindari konsumsi beberapa jenis buah agar kadar gula darahnya tidak naik dalam waktu cepat.
Selanjutnya, jangan lupa mengonsumsi makanan seimbang. Tidak hanya hidangan tinggi gula, kolesterol, atau tinggi garam.

Ambil makanan secukupnya, batasi konsumsi kue kering dan minuman manis, serta perbanyak konsumsi buah dan sayur.

Cara ini dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

Setengah piring setidaknya diisi dengan sayur dan buah, sisanya untuk nasi atau sumber karbohidrat lain, dan lauk pauk.

Untuk mengontrol porsi makan, Naufal menyarankan penggunaan piring kecil.

Pasalnya, variasi makanan yang banyak, piring besar dapat membuat kita tanpa sadar mengambil porsi berlebihan. Sebaliknya, piring kecil membantu mengurangi porsi secara otomatis.

Baca juga: Supaya Tak Mubazir, Begini Cara Ubah Rendang Sisa Lebaran Menjadi 3 Hidangan Sederhana Ini

3. Minum air putih yang cukup

Selain mengatur porsi makan, penting untuk mencukupi kebutuhan air putih dan makan secara perlahan agar tubuh dapat mengenali rasa kenyang.

Jangan lupa tetap melakukan aktivitas ringan seperti berjalan kaki agar kebugaran dan keseimbangan energi terjaga.

Cara ini bisa dilakukan agar Lebaran dapat dirayakan bersama keluarga dalam kondisi tubuh yang sehat dan bugar.

Baca juga: Cara Menghangatkan Sisa Opor Ayam Lebaran agar Tidak Basi dan Tetap Enak

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau