Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Makan Enak saat Lebaran Tanpa Takut Berat Naik, Ini 5 Tips dari Ahli Gizi

Kompas.com, 18 Maret 2026, 04:14 WIB
Ella Triana

Penulis

KOMPAS.com - Momen Idulfitri selalu identik dengan hidangan khas yang menggugah selera. Mulai dari opor ayam, rendang, hingga gulai bersantan kerap tersaji di meja makan saat hari raya. Rasanya yang gurih dan kaya rempah memang sulit ditolak, apalagi setelah sebulan menjalani puasa.

Namun, di balik kelezatannya, banyak hidangan Lebaran mengandung lemak dan kalori cukup tinggi. Jika tidak disiasati dengan baik, pola makan saat silaturahmi bisa membuat asupan kalori meningkat dan berujung pada kenaikan berat badan.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat dari Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, menjelaskan ada tips yang bisa kamu ikuti agar tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa rasa khawatir. 

Baca juga: 8 Makanan Wajib Saat Lebaran, dari Ketupat hingga Dodol Betawi

1. Batasi konsumsi makanan bersantan

Hidangan bersantan seperti opor atau gulai memang menjadi menu wajib saat Lebaran. Namun, konsumsi santan yang berlebihan bisa meningkatkan asupan lemak jenuh dalam tubuh.

Agar lebih seimbang, kamu tetap bisa menikmatinya dalam porsi kecil. Jika memasak sendiri, pertimbangkan juga penggunaan santan dengan kadar lebih ringan atau alternatif bahan lain yang lebih rendah lemak.

Baca juga: Rakun Memecahkan Teka-Teki Bukan Hanya untuk Makanan, Tapi Juga untuk Bersenang-Senang

2. Jangan kalap makan jeroan

Jeroan sering hadir sebagai pelengkap hidangan Lebaran karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang khas. Meski menggoda, konsumsi jeroan sebaiknya tidak berlebihan.

Pasalnya, jeroan mengandung kolesterol dan purin yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan, terutama bagi yang memiliki risiko kolesterol tinggi atau asam urat.

Baca juga: Agar Tidak Mengantuk Saat Mudik, Ahli Gizi IPB Sarankan Hindari Makanan Ini

3. Atur porsi dan pilihan makanan

Menikmati makanan Lebaran tetap bisa dilakukan tanpa berlebihan, asalkan pintar mengatur porsi. Misalnya, saat memilih opor ayam, kamu bisa mengambil bagian dada yang cenderung lebih rendah lemak dibandingkan bagian kulit atau paha.

Menggunakan piring kecil juga bisa menjadi trik sederhana untuk mengontrol porsi. Cara ini membantu kamu agar tidak mengambil makanan terlalu banyak dalam sekali makan.

Baca juga: Dari Makanan Gratis di Masjid Hingga Ada Pos Instagramable Bisa Dinikmati Pemudik di Jabar

4. Kurangi makanan dan minuman manis

Kue kering, sirup, hingga minuman manis sering tersaji sepanjang hari saat Lebaran. Meski terlihat sepele, asupan gula dari camilan ini bisa cepat menumpuk jika tidak dibatasi.

Sebagai alternatif, kamu bisa memilih buah segar sebagai camilan. Selain lebih sehat, buah juga mengandung serat yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.

Baca juga: Masih Sering Dijumpai di Pasar, Ini 8 Makanan Tertua di Indonesia Sejak Zaman Kerajaan

5. Pilih minuman dengan bijak

Selain makanan, minuman juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan asupan saat Lebaran. Minuman seperti es sirup, teh manis, atau soda memang menyegarkan, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.

Pastikan kamu tetap memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup. Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, cara ini juga membantu mengontrol asupan gula harian.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau