Penulis
KOMPAS.com - Momen Idulfitri selalu identik dengan hidangan khas yang menggugah selera. Mulai dari opor ayam, rendang, hingga gulai bersantan kerap tersaji di meja makan saat hari raya. Rasanya yang gurih dan kaya rempah memang sulit ditolak, apalagi setelah sebulan menjalani puasa.
Namun, di balik kelezatannya, banyak hidangan Lebaran mengandung lemak dan kalori cukup tinggi. Jika tidak disiasati dengan baik, pola makan saat silaturahmi bisa membuat asupan kalori meningkat dan berujung pada kenaikan berat badan.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat dari Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, menjelaskan ada tips yang bisa kamu ikuti agar tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa rasa khawatir.
Baca juga: 8 Makanan Wajib Saat Lebaran, dari Ketupat hingga Dodol Betawi
Hidangan bersantan seperti opor atau gulai memang menjadi menu wajib saat Lebaran. Namun, konsumsi santan yang berlebihan bisa meningkatkan asupan lemak jenuh dalam tubuh.
Agar lebih seimbang, kamu tetap bisa menikmatinya dalam porsi kecil. Jika memasak sendiri, pertimbangkan juga penggunaan santan dengan kadar lebih ringan atau alternatif bahan lain yang lebih rendah lemak.
Baca juga: Rakun Memecahkan Teka-Teki Bukan Hanya untuk Makanan, Tapi Juga untuk Bersenang-Senang
Jeroan sering hadir sebagai pelengkap hidangan Lebaran karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang khas. Meski menggoda, konsumsi jeroan sebaiknya tidak berlebihan.
Pasalnya, jeroan mengandung kolesterol dan purin yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan, terutama bagi yang memiliki risiko kolesterol tinggi atau asam urat.
Baca juga: Agar Tidak Mengantuk Saat Mudik, Ahli Gizi IPB Sarankan Hindari Makanan Ini
Menikmati makanan Lebaran tetap bisa dilakukan tanpa berlebihan, asalkan pintar mengatur porsi. Misalnya, saat memilih opor ayam, kamu bisa mengambil bagian dada yang cenderung lebih rendah lemak dibandingkan bagian kulit atau paha.
Menggunakan piring kecil juga bisa menjadi trik sederhana untuk mengontrol porsi. Cara ini membantu kamu agar tidak mengambil makanan terlalu banyak dalam sekali makan.
Baca juga: Dari Makanan Gratis di Masjid Hingga Ada Pos Instagramable Bisa Dinikmati Pemudik di Jabar
Kue kering, sirup, hingga minuman manis sering tersaji sepanjang hari saat Lebaran. Meski terlihat sepele, asupan gula dari camilan ini bisa cepat menumpuk jika tidak dibatasi.
Sebagai alternatif, kamu bisa memilih buah segar sebagai camilan. Selain lebih sehat, buah juga mengandung serat yang membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Baca juga: Masih Sering Dijumpai di Pasar, Ini 8 Makanan Tertua di Indonesia Sejak Zaman Kerajaan
Selain makanan, minuman juga berperan besar dalam menjaga keseimbangan asupan saat Lebaran. Minuman seperti es sirup, teh manis, atau soda memang menyegarkan, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan.
Pastikan kamu tetap memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih yang cukup. Selain menjaga tubuh tetap terhidrasi, cara ini juga membantu mengontrol asupan gula harian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang