PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, belum sepenuhnya terkendali.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan, situasi saat ini api terus meluas ke arah hutan.
"Situasi karhutla di Pulau Muda belum kondusif. Api sekarang terus meluas ke arah hutan. Luas areal yang terbakar bertambah menjadi 2,5 hektar," ujar Ilham kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (11/3/2026) malam.
Sementara api yang mengarah ke permukiman warga, kata dia, hari ini sudah dapat diatasi.
Baca juga: Tim Manggala Agni Bertaruh Nyawa, Padamkan Karhutla di Sarang Harimau Sumatera di Riau
Petugas menyekat kepala api yang mengarah permukiman, dengan teknik menebas semak belukar dan membasahi lahan gambut.
"Kami buka jalur dengan ditebas dan dibersihkan, terus disiram selama lebih kurang satu jam. Teknik ini untuk menghentikan penjalaran api," kata Ilham.
Namun, api yang mengarah ke hutan, kata dia, petugas masih kewalahan untuk mengatasinya.
Yang menjadi hambatan pemadaman ialah akses ke titik api yang sulit ditembus.
Jarak sumber air dari titik api juga semakin jauh sekitar 500 meter.
"Gambut dan semak belukar sangat padat dan dalam, jadi kami sulit untuk menembus kepala api. Angin kencang dan asap pekat," kata Ilham.
Baca juga: Karhutla Membara di Pelalawan Riau, Sebagian Petugas Tetap Puasa Saat Berjibaku Lawan Api
Ilham menyebut, hari ini cukup banyak warga yang ikut membantu petugas memadamkan api.
Pemadaman dibagi menjadi dua tim.
Dalam itu terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, masyarakat dan regu pemadam kebakaran (RPK) perusahaan.
"Alhamdulillah, banyak warga yang bantu, termasuk kepala desanya juga turun. Jadi dalam satu tim itu cukup ramai. Karena kan lokasi kebakaran ini merupakan wilayah jelajah harimau sumatera, harus waspada juga," kata Ilham.
Untuk menembus titik api ke dalam hutan, kata dia, harus menggunakan alat berat eskavator.