MEDAN, KOMPAS.com - Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengomentari penutupan sementara operasional 252 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya.
Penghentian ini dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) lantaran SPPG tersebut belum memenuhi persyaratan administrasi dan standar sanitasi.
Bobby mengatakan, penutupan sementara ini penting dilakukan demi menjamin kualitas MBG yang akan diberikan kepada para siswa.
"Yang pasti, kami dukung ya apa yang dilakukan BGN. Berarti BGN dalam hal ini serius memastikan kualitas dan gizi dan nutrisi diberikan untuk kepada anak-anak, bukan hanya berpihak kepada SPPG-nya, tetapi berpihak kepada anak-anak," ujar Bobby saat ditanya wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: SPPG yang Buat 218 Pelajar di Dairi Keracunan Ditutup, Bobby: Menunya Jangan Ala Kadarnya
Dia lalu menegaskan, penghentian sementara harus menjadi warning agar pengelola SPPG tidak main-main dalam menjalankan fungsinya.
"Ini jadi pembelajaran, ini program prioritas Bapak Presiden, jangan dimain-mainin. Dari tingkat apa pun tidak boleh main-mainin program ini," ucap Bobby.
"Yang punya SPPG harus memenuhi semuanya, bukan hanya (menu MBG) enak dilihat dan dipandang, tetapi nutrisinya gizi dan sertifikasinya terpenuhi," tuturnya.
Sebelumnya dikutip dari Tribun Medan, keputusan penghentian sementara 252 SPPG diambil berdasarkan laporan Koordinator Regional Provinsi Sumatera Utara pada 7 Maret 2026.
Baca juga: BGN Tutup Sementara 252 Dapur SPPG di Sumut, Ada Apa?
Laporan itu menyebutkan sejumlah SPPG belum melakukan pendaftaran Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan/atau belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) meskipun telah beroperasi lebih dari 30 hari.
Padahal, sesuai ketentuan dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Republik Indonesia Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026, setiap SPPG wajib memenuhi standar sanitasi dan pengelolaan limbah sebelum menjalankan operasional secara penuh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang