PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi didekat permukiman warga di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (13/3/2026).
Lokasi karhutla ini berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru. Titik api yang cukup besar ini, mengepung sebuah pondok pesantren.
"Api sudah hampir mengenai dinding salah satu gedung pondok pesantren, tapi bukan gedung utama. Pesantren sedang libur," sebut Kepala Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, Firza Causar saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat.
Baca juga: Karhutla di Bengkalis Meluas: 30 Hektar Terbakar, Petugas Sulit Padamkan Api
Dia menjelaskan, di belakang gedung pondok pesantren merupakan semak belukar tanah gambut. Tiupan angin kencang, membuat api dengan cepat menjalar ke arah bangunan. Tim Manggala Agni bergegas memutus penjalaran api.
"Kami fokuskan untuk menyekat kepala api yang mengarah ke bangunan pesantren. Kita siram dengan maksimal dan dilanjutkan pendingin untuk memastikan api benar-benar padam," kata Firza.
Firza menyebut, kebakaran masih cukup besar dan asap tebal. Kepulan asap berdampak ke permukiman warga.
Baca juga: Karhutla Meluas di Riau, Api Masih Membara di Sejumlah Daerah
"Api masih sulit dikendalikan. Anggota Manggala Agni yang diterjunkan sebanyak 20 orang. Kemudian ada juga petugas kepolisian dan TNI," sebutnya.
Diberitakan sebelumnya, lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, dilanda kebakaran, Jumat (13/3/2026).
Petugas gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, TNI dan Polri, saat tengah berjibaku memadamkan api.
Baca juga: Karhutla di Riau, Petugas Kewalahan Atasi Api yang Terus Meluas ke Hutan
Kepala Manggala Agni Pekanbaru, Firza Causar saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pemadaman api sudah berlangsung selama lima hari.
"Pemadaman sudah hari kelima. Hari ini tim masih berupaya memadamkan api," kata Firza kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat.
Dia menyebut, luas lahan yang terbakar sudah mencapai sekitar 15 hektar. Api masih sulit dikendalikan angin kencang dan cuaca sangat panas. Kondisi gambut kering kerontang.
Baca juga: Tim Manggala Agni Bertaruh Nyawa, Padamkan Karhutla di Sarang Harimau Sumatera di Riau
"Bahan bakar (semak belukar tanah gambut) kering, sehingga api cepat membesar," kata Firza.
Petugas mengalami kesulitan memadamkan api, karena sumber air terbatas akibat kemarau. Air untuk menyiram api diambil dari kanal-kanal yang ada disekitar lokasi.
Namun, air di kanal sudah banyak yang habis, sehingga petugas harus mencari kanal lain.