Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Karhutla Kepung Pondok Pesantren di Kampar Riau, Petugas Upayakan Penyekatan Api

Kompas.com, 14 Maret 2026, 09:50 WIB
Idon Tanjung,
Novita Rahmawati

Tim Redaksi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi didekat permukiman warga di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (13/3/2026).

Lokasi karhutla ini berada di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru. Titik api yang cukup besar ini, mengepung sebuah pondok pesantren.

"Api sudah hampir mengenai dinding salah satu gedung pondok pesantren, tapi bukan gedung utama. Pesantren sedang libur," sebut Kepala Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, Firza Causar saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat.

Baca juga: Karhutla di Bengkalis Meluas: 30 Hektar Terbakar, Petugas Sulit Padamkan Api

Dia menjelaskan, di belakang gedung pondok pesantren merupakan semak belukar tanah gambut. Tiupan angin kencang, membuat api dengan cepat menjalar ke arah bangunan. Tim Manggala Agni bergegas memutus penjalaran api.

"Kami fokuskan untuk menyekat kepala api yang mengarah ke bangunan pesantren. Kita siram dengan maksimal dan dilanjutkan pendingin untuk memastikan api benar-benar padam," kata Firza.

Firza menyebut, kebakaran masih cukup besar dan asap tebal. Kepulan asap berdampak ke permukiman warga.

Baca juga: Karhutla Meluas di Riau, Api Masih Membara di Sejumlah Daerah

"Api masih sulit dikendalikan. Anggota Manggala Agni yang diterjunkan sebanyak 20 orang. Kemudian ada juga petugas kepolisian dan TNI," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, lahan gambut di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, dilanda kebakaran, Jumat (13/3/2026).

Petugas gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, TNI dan Polri, saat tengah berjibaku memadamkan api.

Baca juga: Karhutla di Riau, Petugas Kewalahan Atasi Api yang Terus Meluas ke Hutan

Kepala Manggala Agni Pekanbaru, Firza Causar saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pemadaman api sudah berlangsung selama lima hari.

"Pemadaman sudah hari kelima. Hari ini tim masih berupaya memadamkan api," kata Firza kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat.

Dia menyebut, luas lahan yang terbakar sudah mencapai sekitar 15 hektar.  Api masih sulit dikendalikan angin kencang dan cuaca sangat panas. Kondisi gambut kering kerontang.

Baca juga: Tim Manggala Agni Bertaruh Nyawa, Padamkan Karhutla di Sarang Harimau Sumatera di Riau

"Bahan bakar (semak belukar tanah gambut) kering, sehingga api cepat membesar," kata Firza.

Petugas mengalami kesulitan memadamkan api, karena sumber air terbatas akibat kemarau. Air untuk menyiram api diambil dari kanal-kanal yang ada disekitar lokasi.

Namun, air di kanal sudah banyak yang habis, sehingga petugas harus mencari kanal lain.

Halaman:


Terkini Lainnya
Remaja ODGJ di Jember Dipasung Keluarga, Sempat Mengamuk dan Cekik Ibunya
Remaja ODGJ di Jember Dipasung Keluarga, Sempat Mengamuk dan Cekik Ibunya
Regional
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lereng Gunung Muria Pati, Identitas Masih Misterius
Geger Penemuan Kerangka Manusia di Lereng Gunung Muria Pati, Identitas Masih Misterius
Regional
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Karhutla Kepung Pondok Pesantren di Kampar Riau, Petugas Upayakan Penyekatan Api
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat