Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Momen Polisi Kawal Ibu Hamil yang Akan Melahirkan Usai Terjebak One Way di Ciawi Bogor

Kompas.com, 23 Maret 2026, 11:14 WIB
Putra Ramadhani Astyawan,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Suasana Hari Raya Idul Fitri yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi momen menegangkan bagi pasangan suami istri asal Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Mereka berpacu dengan waktu menyelamatkan ibu dan bayi yang akan lahir dalam kondisi prematur.

Kapolsek Ciawi, AKP Dede Lesmana Jaya, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB pada Minggu (22/3/2026).

Dede menjelaskan, peristiwa berawal saat sang ibu bernama Rohmah yang tengah mengandung 7 bulan mengalami tanda-tanda hendak melahirkan.

Baca juga: H+2 Lebaran, Volume Kendaraan yang Masuk Jalur Puncak Bogor Meningkat 35 Persen

Rohmah dan suaminya Hudri bergegas menuju sebuah klinik di wilayah Caringin. Namun, karena keterbatasan peralatan medis, pihak klinik menyarankan agar proses persalinan dilakukan di RS Hermina Ciawi yang memiliki fasilitas lebih lengkap.

"Dalam perjalanan menuju rumah sakit, arus lalu lintas di Simpang Ciawi sedang diberlakukan rekayasa one way arah Jakarta, sehingga jalur menuju Puncak ditutup dan terjadi penyekatan," kata Dede kepada wartawan, Senin (23/3/2026).

Kendaraan yang membawa Rohmah pun terjebak arus lalu lintas. Membuat kondisi istrinya semakin genting, Hudri langsung menyampaikan kondisi istrinya yang akan melahirkan kepada Polisi.

Tanpa ragu, Dede langsung mengambil motor dinas mengawal kendaraan pasangan tersebut menembus kepadatan lalu lintas melalui jalur alternatif Kampung Pendeuy, Desa Pandansari, Kecamatan Ciawi.

Baca juga: Polisi Oyen Cairkan Suasana Tegang di Tengah Macetnya Jalur Puncak Bogor

Hingga akhirnya, Rohmah tiba di RS Hermina Ciawi dengan selamat dan segera mendapatkan penanganan medis di IGD.

Menurut Dede, tenaga kesehatan dengan sigap melakukan pemeriksaan dan tindakan yang diperlukan untuk proses persalinan.

Diketahui, bayi yang akan dilahirkan merupakan anak pertama dari pasangan suami istri tersebut.

"Tugas Polri adalah tugas kemanusiaan. Memberikan pelayanan dan membantu masyarakat adalah suatu kehormatan, terlebih jika menyangkut keselamatan nyawa. Alhamdulillah ibu dan calon bayi dapat sampai ke rumah sakit dengan selamat. Semoga proses persalinannya diberikan kelancaran, dan ibu serta bayinya sehat," pungkas Dede.

Baca juga: Arus Lalulintas di Puncak Bogor Macet Tanpa Celah, One Way Dipercepat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Fakta Pria di Kebumen Diduga Cabuli Belasan Anak di Bawah Umur
Regional
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Aset BUMD Jateng Tembus Rp 118 Triliun, Ahmad Luthfi: Tidak Untung, Tidak Usah Jadi BUMD!
Regional
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Gugur di Lebanon, Sosok Sertu Ichwan di Mata Eks Atasan: Prajurit Loyal dan Disiplin
Regional
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Pemprov Maluku Segera Terapkan WFH, Gubernur: Konsekuensi Kondisi Global
Regional
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Eks Dirut BUMD Serang Dituntut 6 Tahun Penjara, Jaksa Ungkap Transaksi 'Kickback' di Parkiran Mal
Regional
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Maaf-maafan, Bupati dan Wabup Lebak Berdamai Usai Ribut Saat Halalbihalal
Regional
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat 'Tagging'
ASN Jateng Mau WFH? Siap-siap Lokasi Rumah Dipantau Ketat lewat "Tagging"
Regional
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Kericuhan Pecah di Mimika, Hujan Panah Warnai Proses Kremasi Korban Pembunuhan
Regional
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Sanksi WFH ASN Kaltim: Tak Absen TPP Dipotong 1 Persen per Hari, Tak Lapor 2 Persen
Regional
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Masih Ada Parkir Liar di Indomaret Banyumas? Laporkan ke Nomor Ini
Regional
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Natalius Pigai, Penguatan HAM, dan Masa Depan Indonesia...
Regional
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Soal WFH Tiap Jumat, Bupati Ende: Kita Sudah Mulai Sejak Awal Tahun
Regional
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi 'Si Apik'
Sekolah Ini Bikin Orang Tua Tak Bisa Dibohongi Absensi Anak lewat Aplikasi "Si Apik"
Regional
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Soal Kebijakan WFH, Wali Kota Ambon: Kita Sudah Lakukan, Tinggal Disesuaikan Saja
Regional
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Dua Nelayan di Indramayu Hilang Misterius Saat Melaut, Tim SAR Dikerahkan Pencarian
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Momen Polisi Kawal Ibu Hamil yang Akan Melahirkan Usai Terjebak One Way di Ciawi Bogor
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat