Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Polisi Oyen" Cairkan Suasana Tegang di Tengah Macetnya Jalur Puncak Bogor

Kompas.com, 22 Maret 2026, 19:43 WIB
Afdhalul Ikhsan,
Novianti Setuningsih

Tim Redaksi

BOGOR, KOMPAS.com - Di tengah antrean panjang kendaraan di Jalur Wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, suasana yang biasanya menegangkan justru berubah lebih cair.

Perhatian pengendara mendadak tertuju pada sosok tak biasa, yakni seekor kucing oranye berkacamata hitam, mengenakan seragam polisi, duduk tenang di atas kendaraan dinas.

Kucing itu dikenal sebagai “Polisi Oyen”. Di balik tampilannya yang mengundang senyum, kucing itu ternyata memegang peran penting bersama anggota Polisi menyampaikan informasi lalu lintas kepada para pengendara.

Di Pospol Hoegeng, Gadog pada Minggu (22/3/2026), Polisi Oyen terlihat bersama anggota polisi, Bripka Yunas, memantau arus kendaraan.

Baca juga: Arus di Jalur Puncak Bogor Padat, 37.000 Kendaraan Melintas, One Way Dialihkan Arah Bawah

Bripka Yunas bersama Oyen mengenakan kacamata yang membuat keduanya tampak mencolok saat berada di dalam mobil patroli di tengah padatnya arus wisata di H+1 Lebaran.

Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengatakan bahwa kehadiran Polisi Oyen merupakan bagian dari upaya kreatif dalam menyampaikan informasi lalu lintas secara lebih luas dan mudah diterima masyarakat.

“Dengan adanya Polisi Oyen ini, dia membantu masyarakat untuk melihat arus lalu lintas seperti apa. Jadi masyarakat bisa mengetahui jalur mana yang padat dan jalur alternatif yang bisa digunakan,” ujar Wikha sambil memegang kucing tersebut di Pos Terpadu Hoegeng, Puncak, Minggu.

Menurut dia, pendekatan yang tidak biasa ini terbukti efektif menarik perhatian masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya tidak mengikuti perkembangan informasi arus lalu lintas.

“Takutnya apabila masyarakat tidak melihat, mengetahui kondisi arusnya seperti apa. Nah, dengan kehadiran Polisi Oyen ini, informasinya bisa lebih tersampaikan,” katanya.

Baca juga: Polres Cimahi Prediksi Puncak Wisata Lembang Mulai Besok, Arus Kendaraan Naik Signifikan

Sementara itu, Bripka Yunas, yang bertugas bersama kucing tersebut, mengatakan bahwa ide penggunaan Polisi Oyen berawal dari program patroli dialogis yang digagas Kapolres Bogor.

Baginya, kehadiran Oyen bukan sekadar pelengkap tugas, melainkan bagian dari pendekatan persuasif kepada masyarakat.

"Dengan kucing ini kan mereka justru antusias, sehingga pesan-pesan lebih mudah diterima (tidak takut Polisi),” ujar Yunas.

Di Pos Hoegeng, Gadog, Polisi Oyen bersama Anggota Polisi, Bripka Yunas, saat memantau arus kendaraan di Jalur Wisata Puncak Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2026). Keduanya kompak mengenakan atribut serupa hingga membuat pemandangan kontras di tengah padatnya arus wisata pada H+1 Lebaran 2026.KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Di Pos Hoegeng, Gadog, Polisi Oyen bersama Anggota Polisi, Bripka Yunas, saat memantau arus kendaraan di Jalur Wisata Puncak Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2026). Keduanya kompak mengenakan atribut serupa hingga membuat pemandangan kontras di tengah padatnya arus wisata pada H+1 Lebaran 2026.

Asal Usul Polisi Oyen

Dia pun menceritakan, Oyen awalnya adalah kucing kampung yang dibuang di kantor Polisi.

Setelah dirawat lebih dari setahun, kucing jantan berusia sekitar dua tahun itu kini justru menjadi “rekan kerja” dalam berbagai kegiatan preventif.

Tak hanya di jalan raya, Oyen juga kerap diajak ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban.

Baca juga: Catat Tanggalnya, Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret

Di Jalur Puncak, perannya berkembang membantu menyampaikan laporan kondisi lalu lintas secara langsung di lapangan.

“Jadi Oyen ini bantu kami juga dalam menyampaikan laporan keadaan lalu lintas di jalur Puncak Bogor. Dengan cara ini, masyarakat jadi lebih tertarik memperhatikan informasi yang kami sampaikan,” kata Yunas.

Di tengah kepadatan kendaraan di Jalur Puncak Bogor yang terus meningkat selama libur Lebaran, kehadiran Polisi Oyen menjadi warna tersendiri.

Dia bukan hanya mengundang perhatian, tetapi juga menjembatani informasi penting dengan cara menggemaskan hingga membuat suasana di Jalur Puncak terasa sedikit menghibur para pengendara atau wisatawan saat memasuki kawasan berhawa sejuk tersebut.

Baca juga: Antisipasi Kepadatan Jalur Puncak Bogor, Polisi Siapkan Jalur Alternatif Dibantu Superltas

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Dendam 10 Tahun dan Mimpi Orangtua: Pembunuhan Subuh Hari Gegerkan Palembayan Agam
Dendam 10 Tahun dan Mimpi Orangtua: Pembunuhan Subuh Hari Gegerkan Palembayan Agam
Regional
5 Fakta Kematian Peserta Lebarun Sentul, Diduga Kelelahan di Km 5 dan Minim SOP
5 Fakta Kematian Peserta Lebarun Sentul, Diduga Kelelahan di Km 5 dan Minim SOP
Regional
Pengakuan Khilaf Pelaku LK di Balik Perdamaian Kasus Pelecehan Mahasiswi Unissula oleh Alumni
Pengakuan Khilaf Pelaku LK di Balik Perdamaian Kasus Pelecehan Mahasiswi Unissula oleh Alumni
Regional
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Regional
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Regional
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Regional
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Regional
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
Regional
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
Regional
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Regional
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Regional
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Regional
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Regional
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
Regional
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
"Polisi Oyen" Cairkan Suasana Tegang di Tengah Macetnya Jalur Puncak Bogor
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat