BOGOR, KOMPAS.com - Di tengah antrean panjang kendaraan di Jalur Wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat, suasana yang biasanya menegangkan justru berubah lebih cair.
Perhatian pengendara mendadak tertuju pada sosok tak biasa, yakni seekor kucing oranye berkacamata hitam, mengenakan seragam polisi, duduk tenang di atas kendaraan dinas.
Kucing itu dikenal sebagai “Polisi Oyen”. Di balik tampilannya yang mengundang senyum, kucing itu ternyata memegang peran penting bersama anggota Polisi menyampaikan informasi lalu lintas kepada para pengendara.
Di Pospol Hoegeng, Gadog pada Minggu (22/3/2026), Polisi Oyen terlihat bersama anggota polisi, Bripka Yunas, memantau arus kendaraan.
Baca juga: Arus di Jalur Puncak Bogor Padat, 37.000 Kendaraan Melintas, One Way Dialihkan Arah Bawah
Bripka Yunas bersama Oyen mengenakan kacamata yang membuat keduanya tampak mencolok saat berada di dalam mobil patroli di tengah padatnya arus wisata di H+1 Lebaran.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, mengatakan bahwa kehadiran Polisi Oyen merupakan bagian dari upaya kreatif dalam menyampaikan informasi lalu lintas secara lebih luas dan mudah diterima masyarakat.
“Dengan adanya Polisi Oyen ini, dia membantu masyarakat untuk melihat arus lalu lintas seperti apa. Jadi masyarakat bisa mengetahui jalur mana yang padat dan jalur alternatif yang bisa digunakan,” ujar Wikha sambil memegang kucing tersebut di Pos Terpadu Hoegeng, Puncak, Minggu.
Menurut dia, pendekatan yang tidak biasa ini terbukti efektif menarik perhatian masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya tidak mengikuti perkembangan informasi arus lalu lintas.
“Takutnya apabila masyarakat tidak melihat, mengetahui kondisi arusnya seperti apa. Nah, dengan kehadiran Polisi Oyen ini, informasinya bisa lebih tersampaikan,” katanya.
Baca juga: Polres Cimahi Prediksi Puncak Wisata Lembang Mulai Besok, Arus Kendaraan Naik Signifikan
Sementara itu, Bripka Yunas, yang bertugas bersama kucing tersebut, mengatakan bahwa ide penggunaan Polisi Oyen berawal dari program patroli dialogis yang digagas Kapolres Bogor.
Baginya, kehadiran Oyen bukan sekadar pelengkap tugas, melainkan bagian dari pendekatan persuasif kepada masyarakat.
"Dengan kucing ini kan mereka justru antusias, sehingga pesan-pesan lebih mudah diterima (tidak takut Polisi),” ujar Yunas.
Di Pos Hoegeng, Gadog, Polisi Oyen bersama Anggota Polisi, Bripka Yunas, saat memantau arus kendaraan di Jalur Wisata Puncak Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2026). Keduanya kompak mengenakan atribut serupa hingga membuat pemandangan kontras di tengah padatnya arus wisata pada H+1 Lebaran 2026.Dia pun menceritakan, Oyen awalnya adalah kucing kampung yang dibuang di kantor Polisi.
Setelah dirawat lebih dari setahun, kucing jantan berusia sekitar dua tahun itu kini justru menjadi “rekan kerja” dalam berbagai kegiatan preventif.
Tak hanya di jalan raya, Oyen juga kerap diajak ke sekolah-sekolah untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban.
Baca juga: Catat Tanggalnya, Puncak Arus Balik Diprediksi 24 dan 28–29 Maret
Di Jalur Puncak, perannya berkembang membantu menyampaikan laporan kondisi lalu lintas secara langsung di lapangan.
“Jadi Oyen ini bantu kami juga dalam menyampaikan laporan keadaan lalu lintas di jalur Puncak Bogor. Dengan cara ini, masyarakat jadi lebih tertarik memperhatikan informasi yang kami sampaikan,” kata Yunas.
Di tengah kepadatan kendaraan di Jalur Puncak Bogor yang terus meningkat selama libur Lebaran, kehadiran Polisi Oyen menjadi warna tersendiri.
Dia bukan hanya mengundang perhatian, tetapi juga menjembatani informasi penting dengan cara menggemaskan hingga membuat suasana di Jalur Puncak terasa sedikit menghibur para pengendara atau wisatawan saat memasuki kawasan berhawa sejuk tersebut.
Baca juga: Antisipasi Kepadatan Jalur Puncak Bogor, Polisi Siapkan Jalur Alternatif Dibantu Superltas
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang