Editor
BOGOR, KOMPAS.com – Kematian peserta trail run “Lebarun Sentul Ultra 2026", Rosi Adiputra Firdaus (34), di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor pada Sabtu (28/3/2026) tengah menyita perhatian publik.
Peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius terkait aspek keselamatan, perizinan, hingga tanggung jawab penyelenggara dalam event olahraga ekstrem.
Diketahui, Lebarun adalah ajang trail run atau olahraga lintas alam yang tergolong cukup ekstrem, yang menempuh jarak sekitar 28,7 kilometer (km).
Berikut sejumlah fakta terkait meninggalnya peserta dalam ajang tersebut:
Dilansir dari Kompas.com, Selasa (31/4/2026), insiden terjadi saat korban melintasi rute di kawasan Kampung Gunung Pipisan, Desa Bojong Koneng, Sabtu (28/3/2026).
Pada saat itu, korban dilaporkan mengalami kondisi darurat di tengah lintasan dan terjatuh di titik kilometer 5.
Rekan sesama pelari dan panitia segera memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian dan membawa korban ke Rumah Sakit EMC Sentul City untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun, setibanya di rumah sakit, kondisi korban sudah melemah.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis, korban akhirnya mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 10.30 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, korban diduga meninggal akibat kelelahan saat mengikuti lomba.
Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut dan tidak menghendaki proses hukum lebih lanjut.
Diketahui, rute lomba Lebarun adalah dari Sentul Nirwana, melintasi Desa Karang Tengah dan Desa Bojong Koneng, kemudian kembali dan finis di Sentul Nirwana.
Total jarak yang harus ditempuh peserta adalah sekitar 28,7 kilometer.
Baca juga: Kronologi Peserta Lari Lebarun 2026 Meninggal di Sentul, Korban Diduga Kelelahan
Kapolsek Babakan Madang AKP Trias Karso Yuliantoro mengungkapkan, kegiatan tersebut tidak memiliki izin serta tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian.
“Yang disayangkan, kegiatan ini tidak ada tembusan atau laporan ke kami. Padahal event seperti ini harus dilengkapi prosedur, terutama dari sisi kesehatan dan pengamanan,” ujarnya, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (31/3/2026).