Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Eri Cahyadi Minta RW di Surabaya Terapkan Sistem Satu Pintu Masuk Saat Libur Lebaran

Kompas.com, 16 Maret 2026, 20:29 WIB
Andhi Dwi Setiawan,
Vachri Rinaldy Lutfipambudi

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi meminta seluruh Ketua RW menerapkan sistem satu pintu masuk atau one gate system di wilayahnya, selama libur Lebaran.

Hal ini untuk memaksimalkan pengawasan agar bisa memantau dengan mudah orang-orang yang melintas.

“Saya meminta di setiap RW menggunakan satu pintu untuk akses keluar masuk, supaya pengawasan bisa dilakukan secara maksimal,” kata Eri, di Balai Kota Surabaya, Senin (16/3/2026).

“Kemudian, sistem (satu pintu masuk) ini juga memudahkan pemantauan, karena jika semua akses dibuka akan menyulitkan petugas keamanan RW,” tambahnya.

Baca juga: Edarkan Rokok Ilegal Ratusan Juta Rupiah, Warga Wiyung Surabaya Didakwa Langgar UU Cukai

Eri menyebut, sistem satu pintu masuk di setiap RW tersebut dibentuk seperti Poskamling.

Nantinya, jajaran di tingkat kampung bisa melapor ke polisi ketika melihat kejanggalan.

"Nanti teman-teman dari kecamatan yang akan datang mengecek, untuk memastikan keamanan dan memastikan kontak dengan Polsek terdekat bisa tetap terjaga," ucapnya.

Warga Diminta Lapor ke RW

Selain itu, Eri juga meminta masyarakat melapor kepada Ketua RW setempat ketika meninggalkan rumah selama libur Lebaran.

Dengan demikian, petugas bisa memantau secara rutin.

“Saya meminta warga yang mudik untuk menyampaikan kepada RW-nya. Sehingga teman-teman Babinkamtibmas bisa mengetahui rumah yang tidak ada penghuninya,” jelasnya.

Eri mengungkapkan, dibutuhkan kerja sama dari sejumlah pihak untuk menjaga kenyamanan selama libur panjang, yakni Pemkot Surabaya, warga hingga aparat kepolisian.

Baca juga: Viral Video Rumah Nenek di Surabaya Terancam Hilang karena Mafia Tanah

Diberitakan sebelumnya, terkait dengan pengamanan di momen Hari Raya Idulfitri dan Nyepi, Eri Cahyadi telah memimpin apel yang dihadiri anggota Polri, TNI, BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, hingga tenaga medis yang digelar di Balai Kota Surabaya, Senin (16/3/2026).

Ia meminta kepada seluruh petugas yang hadir untuk mengamankan Hari Raya Idulfitri dan Nyepi, yang diperkirakan jatuh di tanggal yang berdekatan.

Baca juga: Menjelang Lebaran, Posko Pengaduan THR Surabaya Terima 10 Laporan dari Lima Perusahaan

“Dengan berbarengannya Nyepi dan Idulfitri, tetaplah kita menjaga suasana kondusif. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Eri, saat memimpin apel pasukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
ASN Pemkot Surabaya Akan Diwajibkan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu atau Kamis
ASN Pemkot Surabaya Akan Diwajibkan Naik Transportasi Umum Setiap Rabu atau Kamis
Surabaya
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Banyuwangi Uji Coba ASN Bersepeda ke Kantor, Dorong Pola Hidup Aktif dan Efisien
Surabaya
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Polemik Pengosongan Gedung di Balai Pemuda, Pemkot Surabaya Sebut untuk Penataan
Surabaya
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Wagub Emil Dardak Pastikan Alih Fungsi Hutan untuk Perumahan di Prigen Belum Kantongi Izin
Surabaya
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Banyuwangi Tak Buru-buru Terapkan WFH, Pelayanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Surabaya
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
WFH Jumat di Kota Blitar, ASN Harus Absen dan Lapor Progres Kerja
Surabaya
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
ASN Kota Batu WFH Setiap Jumat, Pemkot Juga Buka Opsi Bersepeda ke Kantor
Surabaya
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Ikuti Arahan Pusat, Pemprov Jatim Siapkan Skema Pemangkasan Perjalanan Dinas
Surabaya
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Sopir Truk Blokade Jalur ke Pelabuhan Ketapang, Kesal Aksi Serobot Antrean
Surabaya
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Kronologi Pengunjung Mikutopia Pingsan saat Antre Tiket hingga Meninggal, Punya Riwayat Darah Tinggi
Surabaya
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Eri Cahyadi Marah TPS di Surabaya Jadi Parkir Gerobak hingga Rongsokan
Surabaya
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
BBM Aman tapi Warga Tetap Antre: Kisah Cemas di SPBU Jatim
Surabaya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Pondok Gontor Larang Pengajar di Bawah 30 Tahun Naik Motor, Ini Aturan Lengkapnya
Surabaya
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Skema Dirombak, Pemkab Sumenep Pindah WFH ke Jumat
Surabaya
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Hari Pertama WFH, Khofifah Larang ASN Jatim Nonaktifkan Ponsel
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau