SURABAYA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menyiapkan helikopter water bombing di Pangkalan TNI Angkatan Udara Iswahjudi Madiun dan Bandara Juanda Sidoarjo.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya bencana kebakaran di musim kemarau yang diprediksi puncaknya terjadi pada Mei sampai Agustus 2026 mendatang.
Antisipasi itu dibahas dalam rapat koordinasi bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di Gedung Grahadi Surabaya, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan di Kubu Raya, Pemadaman Terkendala Air, Kabut Asap Menyelimuti
“Tadi secara langsung Ibu Gubernur juga meminta kepada saya, kepada BNPB untuk menyiagakan heli waterbomb,” kata Kepala BNPB, Letjend Suharyanto, Jumat.
Pada tahun 2023 lalu, hutan di Gunung Arjuno terbakar hingga 3.910 hektare. Pun, saat terjadi kebakaran di Gunung Bromo, tetapi untuk penanganan harus menunggu helikopter water bombing yang saat itu berada di Kalimantan Selatan dan Riau. Sehingga menyebabkan api menjalar lebih luas.
“Nah ini juga menjadi catatan kami, kalau nanti eskalasi cuacanya sudah meningkat, tentu saja kami akan siagakan pesawat untuk waterbombingnya, paling tidak di Iswahyudi Magetan atau di Juanda, Surabaya,” ucapnya.
Baca juga: Kebakaran Hutan dan Lahan di Kampar Riau, Petugas Berjibaku Lawan Asap Tebal dan Air Terbatas
“Sehingga kita antisipasinya itu di dua pesawat itu, nanti jumlah unitnya tergantung kebutuhan nanti di lapangan,” katanya.
Sementara di daerah lain, Suharyanto juga akan menyiagakan helikopter water bombing di titik-titik strategis sebagai antisipasi saat bencana kebakaran melanda.
“Tapi intinya berapapun kami siapkan, sebagai catatan kalau musim El Nino, seluruh Indonesia kita siapkan bisa 50 heli,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang