BANYUWANGI, KOMPAS.com - Arus balik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Jawa Timur belum sepenuhnya mereda.
Berdasarkan data ASDP produksi per 12 jam pada 29 Maret 2026 atau H+7 Lebaran, tercatat 22.804 penumpang menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk Bali.
Dengan rincian, kendaraan yang dilayani ASDP meliputi 3.438 sepeda motor, 2.024 mobil pribadi, 667 truk logistik, dan 272 bus, dengan total 6.401 unit.
"Secara kumulatif sejak 22 Maret 2026 (HH) hingga 29 Maret 2026 pukul 12.00, sebanyak 97.683 kendaraan atau 59 persen kendaraan telah kembali ke Bali," kata Wakil direktur utama ASDP, Yossianis Marciano, Minggu (29/3/2026).
Baca juga: Lelah 6 Jam Terjebak Arus Balik di Pelabuhan Ketapang, Pemudik Pingsan
Sementara total penumpang sebanyak 314.491 penumpang atau 61 persen masyarakat yang melakukan aktivitas mudik ke luar telah kembali ke Bali.
Diurai Yossianis, sejak H+1 (23 Maret 2026) hingga H+6 (28 Maret 2026) tercatat pergerakan tertinggi pada H+6 mencapai 15.781 unit kendaraan dan 49.523 penumpang dalam satu hari.
"Hal ini menjadi indikator kuat bahwa fase puncak arus balik telah berlangsung," tuturnya.
Baca juga: Pelabuhan Bakauheni dan Ketapang Padat Malam Ini, ASDP Terapkan Skema Tiba Bongkar Berangkat
Di tengah tingginya mobilitas tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh layanan penyeberangan tetap berjalan optimal dan Yossianis menegaskan bahwa kesiapan operasional telah dimaksimalkan sejak awal periode arus balik.
ASDP menerapkan strategi prioritas dengan mendahulukan kendaraan pemudik seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus, guna memastikan perjalanan keluarga lebih cepat dan nyaman.
Sementara kendaraan logistik tetap dilayani dengan skema fleksibel berbasis kondisi lapangan.
“Kami memastikan pelayanan tetap optimal. Armada siaga penuh, pengaturan arus kendaraan dimaksimalkan, serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar pengguna jasa tetap terlayani dengan baik,” tambahnya.
Yossianis tak menampik bahwa potensi kepadatan masih akan terjadi seiring kedatangan kendaraan secara bertahap.
Dan ia pun menjelaskan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang agar pengguna jasa dapat terhindar dari penumpukan.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk membeli tiket melalui Ferizy, mengatur waktu perjalanan, menjaga kondisi fisik, serta memastikan kebutuhan selama perjalanan tercukupi,” pesannya.
Baca juga: 51 Persen Pemudik Belum Balik ke Bali, Kapolri Waspadai Kepadatan di Pelabuhan Ketapang
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa pada saat lonjakan terjadi, kendaraan barang dialihkan sementara ke kantong parkir yang telah disiapkan.