BATU, KOMPAS.com - Hujan deras mengakibatkan banjir lumpur di tiga wilayah di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, pada Senin (30/3/2026) sore.
Peristiwa banjir lumpur itu terjadi di Desa Tulungrejo dan Desa Punten, yang mengakibatkan rumah warga terdampak, akses jalan terganggu, serta material lumpur menutup badan jalan di beberapa lokasi.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, mengatakan bahwa hujan deras yang mengguyur wilayah Batu sejak sore hari menyebabkan saluran drainase dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air.
“Curah hujan cukup tinggi dalam durasi yang relatif lama mengakibatkan saluran drainase tidak mampu menampung air, sehingga air berserta lumpur masuk ke permukiman warga,” ujar Suwoko saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026).
Baca juga: Rem Blong di Jalur Curam Kota Batu, Vario Bonceng 4 Celaka, Pengendara Tewas
Di Jalan Raya Tulungrejo, Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, air bercampur lumpur merendam sebagian rumah milik warga. Meskpun tidak menimbulkan korban jiwa, perabotan rumah tangga terdampak genangan.
Sementara itu, banjir di Jalan Melati, Dusun Kungkuk, Desa Punten, menyebabkan sedikitnya empat rumah warga terendam.
“Akibatnya, salah satu warga terapaksa mengungsi ke rumah anak,” tambah Suwoko.
Baca juga: Momen Libur Lebaran, Okupansi Vila di Kota Batu Tak Semoncer Saat Nataru
Selain merendam rumah, derasnya arus air juga merusak pagar pembatas sungai di sekitar lokasi kejadian.
“Untuk di Punten, debit Sungai Krecek meningkat cukup signifikan hingga meluap ke permukiman warga. Saat ini kami fokus pada pembersihan material banjir,” jelas Suwoko.
Banjir lumpur juga menerjang jalan terusan menuju Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo. Banjir ini menyebabkan seluruh badan jalan tertutup material sehingga akses masyarakat terganggu.
“Kondisi aspal jalan juga mengalami kerusakan,” tambahnya.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dinas terkait, relawan dan warga sekitar telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pembersihan material, hingga pemasangan garis pengaman di area terdampak.
“Penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembersihan manual hingga penyemprotan jalan,” katanya.
BPBD Kota Batu juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan bencana banjir dan tanah longsor, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
“Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap berhati-hati, terutama saat melintasi jalur rawan dan cuaca ekstrem,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang