PAMEKASAN, KOMPAS.com - Aksi heroik Rizki (20) demi menyelamatkan rumah warga dari balon udara yang jatuh di Dusun Blingi, Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, pada Sabtu (28/3/2026) membuat warga setempat kagum.
Aksi nekat yang dilakukan Rizki terekam kamera handphone warga. Dia diteriaki warga untuk segera menjauh karena berbahaya.
Namun, pada video berdurasi 52 detik, Riski terus berusaha memadamkan api. Padahal, petasan yang tersisa dengan jumlah cukup banyak bisa meledak seketika.
Akhirnya, balon udara mendarat dengan selamat. Api segera dipadamkan dan petasan yang tersisa tidak meledak segera diamankan.
Baca juga: Langit yang Dijaga: Ketika Balon Udara Ponorogo Menemukan Cara Baru untuk Terbang
"Riski menariknya dan berusaha agar balon udara tidak terbakar dan petasan tidak meledak. Warga lainnya mengambil air agar api padam," ungkap A Latif, warga setempat, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, aksi Riski sangat berani dan nekat demi menyelamatkan rumah warga. Ia pun mendapatkan pujian dari warga berkat pertolongannya.
Diceritakan, pada pukul 07.23, Riski melihat balon udara turun di sekitar pemukiman warga. Ia bergegas mendekat dan mencari tali yang masih terikat ke balon udara.
Baca juga: Gelar Festival Balon Udara, Kapolres Ponorogo: Jadi Solusi Aman Jaga Tradisi Tanpa Risiko
Riski akhirnya meraih tali dan berlari kencang ke tanah kosong. Dengan beban berat, ia terjatuh berkali-kali tapi tetap berusaha menarik balon udara.
"Beberapa orang akhirnya membantunya sehingga balon udara mendarat di tanah kosong, tepat di samping rumah warga," tuturnya.
Bahkan, kata Latif, Riski yang masih berusia muda perlu dicontoh. Jika balon tidak diarahkan ke tanah kosong bisa berdampak fatal.
Sebab, masih ada beberapa petasan yang masih utuh. Sementara api masih tersisa dan bisa menyebabkan rumah warga terbakar.
"Saat ada pertemuan keluarga, saya tanya berapa kali dia jatuh, ngakunya berkali-kali," ucapnya.
Baca juga: Balon Udara Jumbo Jatuh di Kebun Warga Ponorogo, Polisi Selidiki Asal-Usulnya
Dikatakan, Riski, penolong warga setempat selama ini hemat bicara. Namun di beberapa tindakannya selalu tepat dan dikenal berani.
"Keberaniannya bermanfaat bagi masyarakat. Banyak warga menyampaikan terima kasih ke dia," imbuhnya.
Warga lainnya, H Subairi mengaku kaget saat pertama melihat teriakan warga. Ia keluar rumah sudah melihat balon udara meledak dan ditarik oleh Riski.
"Saat saya keluar rumah ternyata ada lampion jatuh. Di sana sudah banyak warga," katanya.
Beruntung, kata dia, lampion tidak jatuh di atap warga. Sebab petasan meledak saat lampion hendak jatuh ke tanah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang