SURABAYA, KOMPAS.com - Salah seorang warga asal Dupak Tengah, Surabaya, Cholifah melaporkan adanya penipuan kerja yang dilakukan mantan Camat Pakal, Deddy Sjahrial Kusuma.
Hal itu disampaikannya ke Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji pada Selasa (31/3/2026).
Cholifah mengungkapkan bahwa pada Oktober 2025, putranya ditawarkan pekerjaan sebagai tenaga alih daya di pemerintahan.
Ia juga mengaku telah membayarkan sebesar Rp 25 juta kepada Deddy.
“Katanya dijanjikan kerja pada November atau Desember, tapi sampai sekarang orangnya gak ada kabar,” ungkap Cholifah kepada Armuji.
Baca juga: Armuji Bagikan 9.000 “MBG” kepada Warga Kampung Pemulung, Janda dan Warga Miskin
Jumlah tersebut tentunya sangat besar bagi Cholifah yang hanya bekerja sebagai penjual kue pasar.
“Saya ini cuma jualan kue, Pak, tapi ditipu sama pak camat, jadi sampai sekarang anak saya belum bekerja,” ujarnya dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca.
Ia menerangkan, pada saat pembayaran itu tidak diberikan kuitansi maupun tanda terima karena diserahkan dan diterima langsung Deddy.
Sedangkan sampai sekarang putranya belum juga mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan.
“Tanda terimanya gak ada, tapi ada fotonya saat pembayaran itu ada, uangnya langsung yang nampani (menerima) pak camatnya,” tuturnya.
Cholifah juga pernah mengunjungi langsung rumah Deddy untuk meminta pertanggungjawaban, tetapi saat itu ia hanya bisa menemui pihak istri.
“Sudah ke rumahnya di Tenggilis Mejoyo itu terus saya ke sana hanya menemui istrinya, katanya ‘enggak tahu itu urusan Bapak, saya gatau’ gitu,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Armuji pun langsung menegur Deddy melalui sambungan telepon.
Baca juga: Viral Dugaan LPMK Minta Uang untuk THR Warga, Armuji: Jangan Diulangi Lagi
“Ini kok banyak laporan ke tempat saya orang yang sampean (Anda) janjikan pekerjaan sudah bayar ini gimana? Tolong selesaikan segera pak,” tegur Cak Ji, sapaan akrabnya, melalui telepon.
Ia juga menegaskan, apabila masalah itu tidak segera terselesaikan maka Cak Ji akan turun tangan langsung.
“Kalau nanti saya tanya lagi masalahe gurung mari tak sidak loh yo (saya tanya lagi masalahnya belum selesai, saya sidak loh ya),” tegasnya.
Sementara Deddy berjanji akan segera bertanggung jawab dan menuntaskan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
“Nanti ini saya mau selesaikan secara kekeluargaan, nanti saya laporkan progresnya,” pungkas Deddy.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang