PAMEKASAN, KOMPAS.com - Banyak cerita saat Muhammad Riski Hariyanto (26) warga Desa Buddih, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, membawa istrinya, Ania Korczewska, yang merupakan warga negara (WN) Polandia ke kampung halamannya di Madura.
Perbedaan cuaca yang sangat ekstrem membuat Ania merasa panas selama berada di Pulau Madura.
Di Madura, cuaca rata-rata 29 hingga 33 derajat celsius. Sementara, kebiasaan Ania di Polandia berada di suhu dingin hingga 20 derajat celsius.
"Dia kepanasan. Kebetulan di rumah saya tidak ada AC ya terpaksa harus sabar," katanya melalui sambungan telepon, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Perjuangan Riski Menikahi WN Polandia, Pinjam Uang demi Jalan-jalan Keliling Bali
Karena sudah mulai terbiasa dari beberapa kunjungannya ke Madura, Ania tidak lagi mengeluh kepanasan. Bahkan, sudah dikenalkan ke sejumlah tempat wisata di Madura.
"Sudah banyak tempat wisata yang saya kenalkan. Dia suka dan tidak kalah bagus dengan tempat wisata di luar Madura," ungkapnya.
Cerita lain, saat dia pertama membawa istrinya ke Desa Buddih, banyak warga setempat datang ingin mengenalnya. Bahkan, tidak sedikit yang foto bersama.
Baca juga: Kisah Cinta Riski, Pria Asal Madura Menikahi WNA Polandia, Berawal di Bali hingga ke Pelaminan
Ania yang menguasai empat bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, tidak terlalu kesulitan berinteraksi dengan warga sekitar. Bahkan, beberapa kata bahasa Madura pun mulai dipelajarinya.
"Dia menguasai Bahasa Inggris, Korea, Bahasa Indonesia dan bahasanya sendiri di Polandia. Jadi ibu saya bisa mengobrol langsung sama dia," katanya.
Riski menceritakan, selama berada di Indonesia, istrinya takut untuk jalan kaki. Karena khawatir ditabrak mobil dari belakang.
"Mungkin karena beda dengan Polandia. Di Polandia jalur jalan kaki, sepeda dan mobil berbeda. Di Indonesia dia khawatir dan masih takut," tuturnya.
Perbedaan lain, kata dia, kondisi jalan di Polandia sangat bersih. Ada tempat sampah di mana-mana. Jika pun tidak ada, sampah ditaruh di kantong baju.
Riski juga menceritakan pengalamannya beradaptasi hidup di Polandia. Cuaca yang sangat ekstrem sempat membuatnya cukup kesulitan, tapi harus dijalani hingga akhirnya terbiasa.
"Saat cuaca dingin saya harus pakai baju berlapis. Bahkan sempat keluar darah dari hidung karena kedinginan. Tapi sekarang sudah biasa," tuturnya.
Tidak hanya itu, dari faktor makanan, Riski pun harus menyesuaikan makan roti sehari-hari. Kadang ia masak sendiri masakan Indonesia.
"Saya kadang buat masakan Indonesia kalau rindu. Malah keluarga di sini (Polandia) suka rendang yang kadang saya buat," ucapnya.
Seperti diberitakan Kompas.com, Riski menikahi Ania pada Desember 2025 lalu. Pertemuannya di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali membawanya hidup di Polandia hingga saat ini.
Keduanya memilih tinggal di Polandia dan Riski masih proses pengurusan izin tinggal.
"Saya bersyukur bisa mendapatkan istri dia. Meski dibesarkan di tempat berbeda, tapi dia menerima saya dan keluarga saya," imbuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang