BANYUWANGI, KOMPAS.com - Sistem penyeberangan di lintasan Ketapang-Gilimanuk menjadi "biang kerok" dari permasalahan kemacetan lalu lintas yang panjang ketika terjadi lonjakan penumpang.
Kondisi ini terlihat selama angkutan Lebaran 2026 lalu. Meski jumlah kapal yang tersedia sebenarnya sudah cukup, namun kemacetan panjang tetap tak terhindarkan.
“Kita hanya tinggal menunggu 'bom waktu' kemacetan di mulut pelabuhan setiap musim liburan,” kata Ketua Umum Gapasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) Khoiri Soetomo, di Banyuwangi, Selasa (31/3/2026).
Ia lalu memetakan masalah yang menjadi penyebab kondisi kemacetan. Pertama, jumlah kapal yang banyak tidak diimbangi dengan kecepatan layanan di pelabuhan, sehingga kapal harus menunggu giliran sandar lebih lama.
Baca juga: Pelabuhan Ketapang Masih Macet, ASDP Percepat Bongkar Muat Kapal
Kondisi tersebut terlihat ketika jumlah kapal ditambah untuk mengurai antrean.
Alih-alih mempercepat proses, waktu tunggu justru semakin panjang, dan sejumlah kapal bahkan harus mengapung di perairan menunggu giliran.
Akibatnya, frekuensi perjalanan tetap terbatas, dan antrean kendaraan di pelabuhan maupun akses jalan menuju penyeberangan tidak berkurang.
Lalu, kebijakan operasional yang dinilai tak fleksibel turut memperlambat layanan. “Kebijakan di lapangan masih terlalu kaku,” ujar Khoiri.
Dia menekankan, sistem penyeberangan ke depannya harus lebih fleksibel, adaptif, dan berbasis kondisi real-time untuk menghadapi lonjakan penumpang.
Tanpa perbaikan menyeluruh, kemacetan serupa berpotensi terus berulang setiap periode angkutan berikutnya.
Baca juga: Pelabuhan Ketapang Macet, Tradisi Puter Kayun Warga Banyuwangi Terganggu
Kemacetan panjang di Pelabuhan Gilimanuk Bali terjadi saat arus mudik Lebaran.
Berdasarkan laporan polisi, kemacetan mengekor hingga 31 kilometer dan sebanyak 16 pemudik mengalami pingsan karena kelelahan mengantre.
Sementara saat momentum arus balik, kemacetan panjang juga terjadi di sisi Pelabuhan Ketapang.
Mengamati catatan Google maps, kemacetan sempat mengular hingga 15 kilometer dari arah Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang.
Tak hanya itu, kemacetan juga terjadi dari sisi Kota Banyuwangi. Kendaraan nyaris tak bergerak dan ekor kemacetan hingga empat kilometer.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang