Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Praka Farizal Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dimakamkan di Kulon Progo, Sesuai Permintaan Keluarga

Kompas.com, 31 Maret 2026, 20:48 WIB
Dani Julius Zebua,
Krisiandi

Tim Redaksi

KULON PROGO, KOMPAS.com - Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon, akan dimakamkan di kampung halamannya di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Komandan Brigif 25/Siwah, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, mengatakan lokasi pemakaman ditentukan atas permintaan pihak keluarga.

Prosesi pemakaman akan dilaksanakan dengan penghormatan negara.

Baca juga: Jenazah Praka Farizal Dievakuasi, Danbrigif Jelaskan Pemulangan dari Lebanon ke Indonesia

“Pemakamannya di sini, sesuai dengan permintaan keluarga. Penghormatan dari negara akan diberikan melalui upacara pemakaman secara militer,” kata Dimar saat mengunjungi rumah Senam dan Supinah, orang tua almarhum, Selasa (31/3/2026).

Sebelumnya, jenazah Praka Farizal masih dalam proses pemulangan dari wilayah penugasan di Lebanon.

Setelah seluruh tahapan selesai, jenazah akan dibawa ke Indonesia sebelum dimakamkan di Kulon Progo.

TNI memastikan seluruh rangkaian proses, mulai dari pemulangan hingga pemakaman, akan dilakukan secara terhormat sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum.

Ia menambahkan, dirinya diutus langsung oleh pimpinan TNI untuk memimpin upacara nanti.

Baca juga: JK: Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon adalah Pahlawan Perdamaian Dunia

“Rencananya saya yang akan memimpin upacara. Saya diutus langsung oleh pimpinan, dari Presiden, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Darat,” kata Dimar.

Dimakamkan di Ledok

Sementara itu, Dukuh Ledok, Wakidi, membenarkan bahwa keluarga memilih pemakaman umum di Ledok agar almarhum dimakamkan dekat dengan rumah.

“Kalau dari keluarga, minta dimakamkan di pemakaman umum,” kata Wakidi.

Menurut dia, lokasi yang dipilih adalah Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nambangan, yang berada sekitar satu kilometer dari rumah duka, sehingga memudahkan keluarga untuk berziarah.

Ia menambahkan, sebelumnya sempat muncul opsi pemakaman di taman makam pahlawan, namun keluarga akhirnya memutuskan agar almarhum dimakamkan di pemakaman umum.

Baca juga: Gugur di Lebanon, Sertu Ichwan Akan Naik Pangkat Jadi Serka Anumerta

“Sudah ditanyakan juga, mau di makam pahlawan atau di mana. Keluarga memilih di sini,” ujarnya.

Saat ini, warga bersama perangkat setempat mulai melakukan persiapan menjelang kedatangan jenazah.

Rencananya, prosesi akan diawali dengan serah terima jenazah, dilanjutkan dengan upacara militer serta penghormatan secara umum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Sepak Terjang Sultan HB X di Usia 80 Tahun, Raja dan Gubernur DIY 3 Dekade
Sepak Terjang Sultan HB X di Usia 80 Tahun, Raja dan Gubernur DIY 3 Dekade
Yogyakarta
Pekerja Pabrik Garmen Demo di Kantor Bupati Sleman, Tolak Pesangon Rendah
Pekerja Pabrik Garmen Demo di Kantor Bupati Sleman, Tolak Pesangon Rendah
Yogyakarta
Jenazah Praka Farizal Diperkirakan Tiba di Kulon Progo 3 April 2026, Keluarga Tunggu Kepastian
Jenazah Praka Farizal Diperkirakan Tiba di Kulon Progo 3 April 2026, Keluarga Tunggu Kepastian
Yogyakarta
Jelang Paskah, Tim Jibom Brimob Polda DIY Sterilisasi 5 Gereja di Gunungkidul
Jelang Paskah, Tim Jibom Brimob Polda DIY Sterilisasi 5 Gereja di Gunungkidul
Yogyakarta
Rekayasa Lalu Lintas Kirab Budaya Sultan HB X Besok, Cek Lokasi dan Jadwalnya
Rekayasa Lalu Lintas Kirab Budaya Sultan HB X Besok, Cek Lokasi dan Jadwalnya
Yogyakarta
Profil Sri Sultan HB X: Jejak Panjang Menjaga Keistimewaan DIY
Profil Sri Sultan HB X: Jejak Panjang Menjaga Keistimewaan DIY
Yogyakarta
Ribuan Orang Bakal Sowan ke Keraton Yogyakarta saat HUT Sultan HB X, Sejumlah Ruas Ditutup
Ribuan Orang Bakal Sowan ke Keraton Yogyakarta saat HUT Sultan HB X, Sejumlah Ruas Ditutup
Yogyakarta
Kirab Budaya HUT Sri Sultan HB X Digelar 2 April, Rekayasa Lalu Lintas Dimulai Pukul 06.00
Kirab Budaya HUT Sri Sultan HB X Digelar 2 April, Rekayasa Lalu Lintas Dimulai Pukul 06.00
Yogyakarta
Rencana Pulang Mei 2026 Gagal, Praka Farizal Gugur di Lebanon
Rencana Pulang Mei 2026 Gagal, Praka Farizal Gugur di Lebanon
Yogyakarta
Danbrigif Ungkap Praka Farizal Gugur Akibat Serangan Artileri Saat Shalat Isya di Lebanon
Danbrigif Ungkap Praka Farizal Gugur Akibat Serangan Artileri Saat Shalat Isya di Lebanon
Yogyakarta
Praka Farizal Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dimakamkan di Kulon Progo, Sesuai Permintaan Keluarga
Praka Farizal Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dimakamkan di Kulon Progo, Sesuai Permintaan Keluarga
Yogyakarta
Jenazah Praka Farizal Dievakuasi, Danbrigif Jelaskan Pemulangan dari Lebanon ke Indonesia
Jenazah Praka Farizal Dievakuasi, Danbrigif Jelaskan Pemulangan dari Lebanon ke Indonesia
Yogyakarta
Konstruksi Tol Yogya-Solo dan Yogya-Bawen Telah Tersambung
Konstruksi Tol Yogya-Solo dan Yogya-Bawen Telah Tersambung
Yogyakarta
Wabup Kulon Progo Sebut Praka Farizal Pahlawan, Gugur di Lebanon dalam Misi Kemanusiaan
Wabup Kulon Progo Sebut Praka Farizal Pahlawan, Gugur di Lebanon dalam Misi Kemanusiaan
Yogyakarta
Dinkop UMKM DIY Segera Audit SAL Teras Malioboro yang Meledak, Ditargetkan Pekan Ini Selesai
Dinkop UMKM DIY Segera Audit SAL Teras Malioboro yang Meledak, Ditargetkan Pekan Ini Selesai
Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau