MAGELANG, KOMPAS.com – Sertu Muhammad Nur Ichwan hanya satu kali pulang ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sejak bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Momen itu terjadi pada Agustus 2025, saat ia pulang untuk mendampingi istrinya, Hanadita Anjani, melahirkan anak pertama mereka.
“Pulang terakhir Agustus 2025, saat saya melahirkan anak pertama kami,” ucap Anjani, 26 tahun, di rumah duka, Selasa (31/3/2026).
Sertu Ichwan merupakan prajurit asal Dusun/Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Ia lahir pada 12 Mei 2000.
Bertugas sebagai perawat di Kesehatan Komando Daerah Militer IX/Udayana, ia telah menjalankan misi di Lebanon sejak April 2025 sebagai bagian dari Satuan Tugas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.
Sertu Ichwan dilaporkan gugur terkena ranjau saat menyelamatkan korban yang terkena serangan pasukan Israel pada Senin (30/3/2026).
Anjani mengaku baru menerima kepastian kabar gugurnya sang suami pada Selasa pagi.
Komunikasi terakhir terjadi sehari sebelum Sertu Ichwan menjalankan tugas evakuasi prajurit TNI yang menjadi korban serangan militer Israel.
“Malam sebelumnya, sempat kirim pesan panjang ucapan terima kasih menjadi istri, menjadi ibu,” tuturnya.
Baca juga: Kapten Inf Aditya dan Sertu Nur Ichwan Gugur di Lebanon, Kendaraan yang Ditumpangi Meledak
Di mata Anjani, suaminya merupakan sosok penyayang yang selalu menyempatkan diri berkomunikasi dengan keluarga meski bertugas jauh di luar negeri.
Ia menyebut, suaminya bahkan tidak lama lagi akan menyelesaikan masa tugasnya dan kembali ke Indonesia.
“Harusnya bulan Mei ini pulang, kumpul sama istri dan anak,” cetusnya.
Markas Besar TNI mengungkap identitas prajurit yang gugur dan terluka dalam insiden di Lebanon Selatan pada Senin (30/3/2026).
Dua prajurit yang gugur adalah Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Sementara dua lainnya mengalami luka, yakni Sulthan Wirdean Maulana dan Deni Rianto, yang kini dirawat di Rumah Sakit St. George Beirut, Lebanon.
Baca juga: Netanyahu Klaim Misi Militer Israel ke Iran Sudah Lewati Titik Tengah
Kapuspen TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi akibat serangan Israel terhadap Hizbullah yang berdampak pada pasukan di lapangan.
“Insiden terjadi di tengah eskalasi konflik tinggi, di mana terjadinya ledakan pada kendaraan yang mengakibatkan gugurnya Prajurit TNI atas nama Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan,” ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang