BANGKALAN, KOMPAS.com - Antrean pengendara di SPBU Junok, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur mengular hingga jalan raya.
Masyarakat setempat rela antre hingga malam karena khawatir Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan pada 1 April 2026 esok.
Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean tak hanya dialami oleh kendaraan roda dua, namun juga kendaraan roda empat. Bahkan, antrean mengular hingga memenuhi Jalan Raya Pemuda Kaffa, sepanjang 300 meter.
Tak hanya antre mengisi tanki kendaraan, beberapa warga juga membawa jeriken dengan kapasitas 30 liter.
Pengawas SPBU Junok, Sugiarto mengatakan antrean panjang itu terjadi sejak tadi siang. Ia mengaku mendapat banyak keluhan masyarakat adanya isu kenaikan BBM.
Baca juga: Resmi, Pertamina Pastikan Harga BBM Per 1 April 2026 Tidak Naik, Ini Rinciannya
"Kasian masyarakat jadi khawatir karena di media sosial itu banyak isu BBM naik. Padahal dari Pemerintah sudah menyatakan belum ada kenaikan," ujar dia saat ditemui di kantor SPBU Junok, Senin (31/3/2026) malam.
Warga membawa jeriken saat antre di SPBUIa juga mengatakan, hingga saat ini ketersediaan BBM mulai dari solar hingga pertamax masih aman dan tidak mengalami pengurangan stok. "Ini bahkan barusan tanki baru datang belum bongkar muatan," imbuh dia.
Sugiarto juga mengaku, ada warga yang membawa jeriken bukan untuk menimbun, namun membeli BBM untuk stok pribadi. "Itu beli Pertamax. Jadi untuk stok mobilnya warga sendiri," ungkap dia.
Baca juga: BBM Tak Naik, Antrean Pembelian Pertamax Tetap Mengular di SPBU Abdul Muis
Sementara itu, salah satu warga Subaidah asal Kecamatan Burneh mengaku ia rela antre hingga malam untuk mendapatkan BBM sebelum mengalami kenaikan.
"Saya lihat di Facebook itu katanya mau naik sampai Rp 14.000 besok. Makanya saya beli sekarang mumpung belum naik," ungkap dia.
Warga lain, Ahmad Sanusi mengaku ikut antre karena banyak isu kenaikan BBM di media sosial.
Meski telah melihat pernyataan Pemerintah yang menyatakan tak ada kenaikan, ia masih khawatir. "Tetap saja saya takut naik. Jadi untuk antisipasi saya beli malam ini," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang