Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Campus League Perkuat Ekosistem Pembinaan, Jalur Baru Masuk Pelatnas PBSI

Kompas.com, 5 Maret 2026, 14:01 WIB
Indra Citra Sena,
Firzie A. Idris

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PBSI menerima kunjungan dari Campus League dalam rangka bersinergi untuk memperkuat ekosistem pembinaan bulu tangkis Indonesia. 

Bertempat di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (4/3/2026), PBSI dan Campus League menyatukan visi dan misi sebagai langkah awal memperkenalkan pengembangan bulu tangkis dalam ekosistem kompetisi mahasiswa. 

Rombongan Campus League diterima langsung oleh Sekjen PBSI, Ricky Soebagdja, Kabid Luar Negeri PBSI, Bambang Roedyanto , serta Kabid Humas dan Media PBSI, Yuni Kartika. 

Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk membangun komunikasi, menyelaraskan visi pembinaan, sekaligus membuka ruang dukungan terhadap penyelenggaraan Campus League cabang bulutangkis di level perguruan tinggi.

Baca juga: Jasa Besar Try Sutrisno, Mantan Ketum PBSI Pembuka Jalan Emas Olimpiade

Sekjen PBSI, Ricky Soebagdja, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif untuk memperluas jalur kompetisi dan pembinaan di lingkungan kampus.

“Pada prinsipnya PBSI terbuka terhadap kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi penguatan ekosistem bulu tangkis nasional," kata Ricky Sebagai dalam keterangan tertulis PBSI. 

"Kompetisi di level kampus merupakan salah satu jalur strategis untuk kesinambungan pembinaan, memperbesar basis atlet, serta memastikan para mahasiswa tetap memiliki ruang untuk berkembang secara akademik maupun prestasi."

Ricky Soebagja menganggap regenerasi muda atlet Indonesia harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan pembinaan dan percepatan yang memerlukan titik fokus yang selektif.Dok. PBSI Ricky Soebagja menganggap regenerasi muda atlet Indonesia harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan pembinaan dan percepatan yang memerlukan titik fokus yang selektif.

"Kami berharap sinergi ini dapat berjalan berkelanjutan, terstruktur, dan mampu melahirkan generasi atlet yang siap bersaing di level nasional maupun internasional,” ujar Ricky.

Baca juga: Target Minimal 1 Gelar dari All England, Ganda Putra Jadi Tumpuan PBSI

Campus League menegaskan bahwa bulu tangkis memiliki posisi istimewa di Indonesia. Sebagai cabor terbanyak menyumbang medali emas Olimpiade, olahraga ini dinilai memiliki fondasi historis dan budaya kuat di tengah masyarakat.

Komitmen Kuat Campus League

CEO Campus League, Ryan Gozali, menyampaikan komitmennya untuk turut mengambil bagian dalam roda pembinaan bulu tangkis nasional.

“Bulu tangkis punya posisi istimewa di Tanah Air. Sebagai cabor pendulang medali emas Olimpiade, kami berharap kompetisi ini dapat menjadi salah satu roda penggerak pembinaan," jelasnya. 

"Harapannya bisa membantu menjalankan mesin bulu tangkis Indonesia agar selalu menjadi negara yang digdaya di dunia,” ujar Ryan.

Baca juga: BWF Rilis Format Baru Indonesia Open 11 Hari, PBSI Sambut Baik

Kehadiran kompetisi bulutangkis dalam Campus League bertujuan memperbesar player pool di jenjang mahasiswa serta menyediakan safety net bagi para atlet mahasiswa. 

Selama ini, banyak atlet usia muda menjalani fase transisi yang tidak selalu mulus ketika memasuki dunia perkuliahan.

Campus League hadir sebagai wadah kompetisi yang terstruktur agar mahasiswa tetap memiliki jalur prestasi tanpa harus meninggalkan pendidikan formalnya. 

Halaman:

Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau